Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur Siluman F-35 AS dalam Hitungan Detik
Selasa, 29 April 2025 - 09:37 WIB
loading...
Miliarder Elon Musk sebut kawanan drone murah China bisa menghancurkan jet tempur siluman F-35 AS hanya dalam hitungan detik. Foto/Ilustrasi SINDO News
A
A
A
WASHINGTON - Miliarder Elon Musk kembali mengkritik pedas jet tempur siluman F-35 Lightning II Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kawanan drone murah China bisa menghancurkan jet tempur mahal buatan Lockheed Martin itu hanya dalam hitungan detik.
Lockheed Martin telah menjadi sorotan media Amerika setelah kalah dari Boeing dalam perebutan kontrak untuk membangun jet tempur generasi ke-6 Angkatan Udara AS yang dijuluki F-47.
Lockheed Martin kemudian berjanji untuk meng-upgrade F-35 generasi ke-5 dengan teknologi generasi ke-6.
Musk, yang ditujuk menjadi penasihat pemerintah Presiden Donald Trump untuk efisiensi pengeluaran federal, tidak pernah menutupi rasa jijiknya terhadap program pengembangan senjata termahal dalam sejarah Pentagon, dengan berulang kali menyebut F-35 "usang" dan "mahal" di era kawanan drone murah.
Baca Juga: Elon Musk: Orang Idiot Masih Membangun Jet Tempur Siluman F-35 AS
Pada kesempatan sebelumnya, Musk menyebut program F-35 sebagai "nilai militer terburuk untuk uang dalam sejarah".
Kritik terbaru Musk ditulis di X, dalam konteks teknologi pesawat nirawak China yang sedang berkembang pesat.
Biaya F-35 yang membengkak dikemukakan oleh jurnalis investigasi Laura Loomer. Loomer mengeklaim bahwa Lockheed Martin mengirimkan jet tempur F-35 yang sama sekali tidak siap untuk tempur.
Laporan media di masa lalu mengeklaim bahwa, bahkan pada tahun 2025, program F-35 Joint Strike Fighter (JSF) belum dapat memenuhi pedoman untuk mengembangkan dan menguji perangkat lunak, terutama dengan upaya Technology Refresh 3 dan Block 4 yang telah lama tertunda, menurut laporan Uji dan Evaluasi Operasional tahunan.
Menanggapi Loomer, Musk menulis di X: "Pesawat berawak akan langsung dihancurkan oleh kawanan pesawat nirawak murah."
F-35 Lightning II JSF, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, adalah program senjata Departemen Pertahanan AS yang paling mahal dan ambisius.
Meskipun dipuji karena perannya yang krusial dalam keamanan nasional AS, program ini terus-menerus dikritik karena biaya dan penundaannya yang berlebihan. Program ini merupakan usaha militer termahal dalam sejarah, dengan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS memperkirakan bahwa biaya seumur hidupnya akan melebihi USD2 triliun.
Pada tahun 2024, laporan Pentagon yang telah dideklasifikasi mengungkapkan kelemahan program tersebut.
"Keandalan, pemeliharaan, dan ketersediaan armada AS secara keseluruhan masih di bawah ekspektasi layanan," bunyi laporan tersebut. Lockheed Martin merespons: "F-35 secara konsisten memenuhi atau melampaui persyaratan kinerja keandalan yang dikontrak untuk kami berikan, karena hampir 90% komponen F-35 berkinerja lebih baik dari yang dibutuhkan."
Lockheed Martin telah menjadi sorotan media Amerika setelah kalah dari Boeing dalam perebutan kontrak untuk membangun jet tempur generasi ke-6 Angkatan Udara AS yang dijuluki F-47.
Lockheed Martin kemudian berjanji untuk meng-upgrade F-35 generasi ke-5 dengan teknologi generasi ke-6.
Musk, yang ditujuk menjadi penasihat pemerintah Presiden Donald Trump untuk efisiensi pengeluaran federal, tidak pernah menutupi rasa jijiknya terhadap program pengembangan senjata termahal dalam sejarah Pentagon, dengan berulang kali menyebut F-35 "usang" dan "mahal" di era kawanan drone murah.
Baca Juga: Elon Musk: Orang Idiot Masih Membangun Jet Tempur Siluman F-35 AS
Pada kesempatan sebelumnya, Musk menyebut program F-35 sebagai "nilai militer terburuk untuk uang dalam sejarah".
Kritik terbaru Musk ditulis di X, dalam konteks teknologi pesawat nirawak China yang sedang berkembang pesat.
Biaya F-35 yang membengkak dikemukakan oleh jurnalis investigasi Laura Loomer. Loomer mengeklaim bahwa Lockheed Martin mengirimkan jet tempur F-35 yang sama sekali tidak siap untuk tempur.
Kritik Pedas Elon Musk pada F-35
Laporan media di masa lalu mengeklaim bahwa, bahkan pada tahun 2025, program F-35 Joint Strike Fighter (JSF) belum dapat memenuhi pedoman untuk mengembangkan dan menguji perangkat lunak, terutama dengan upaya Technology Refresh 3 dan Block 4 yang telah lama tertunda, menurut laporan Uji dan Evaluasi Operasional tahunan.
Menanggapi Loomer, Musk menulis di X: "Pesawat berawak akan langsung dihancurkan oleh kawanan pesawat nirawak murah."
F-35 Lightning II JSF, yang dikembangkan oleh Lockheed Martin, adalah program senjata Departemen Pertahanan AS yang paling mahal dan ambisius.
Meskipun dipuji karena perannya yang krusial dalam keamanan nasional AS, program ini terus-menerus dikritik karena biaya dan penundaannya yang berlebihan. Program ini merupakan usaha militer termahal dalam sejarah, dengan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS memperkirakan bahwa biaya seumur hidupnya akan melebihi USD2 triliun.
Pada tahun 2024, laporan Pentagon yang telah dideklasifikasi mengungkapkan kelemahan program tersebut.
"Keandalan, pemeliharaan, dan ketersediaan armada AS secara keseluruhan masih di bawah ekspektasi layanan," bunyi laporan tersebut. Lockheed Martin merespons: "F-35 secara konsisten memenuhi atau melampaui persyaratan kinerja keandalan yang dikontrak untuk kami berikan, karena hampir 90% komponen F-35 berkinerja lebih baik dari yang dibutuhkan."
Lihat Juga :