Prancis Tidak Terima Serangan Udaranya Dilaporkan Hantam Pesta Pernikahan

Jum'at, 02 April 2021 - 00:32 WIB
loading...
A A A
Dalam video tersebut, Guillaume Ngefa, kepala Divisi Hak Asasi Manusia dan Perlindungan PBB di Mali, meyakinkan bahwa metodologinya tepat.

Ngefa menjelaskan bagaimana dia dan tim investigasinya turun ke lapangan, mengunjungi desa, dan bertemu dengan warga. Dia menjelaskan bahwa wawancara kelompok dan individu dilakukan di tempat untuk menindaklanjuti wawancara yang dilakukan dari jarak jauh sebelum bagian visitas penyelidikan mereka seperti dikutip dari VOA, Jumat (2/4/2021).

Penyelidik bertemu dengan pejabat Prancis dua kali pada bulan Maret untuk membahas penyelidikan tersebut. Kedutaan Prancis di Malialso memberikan komentar tentang temuan awal investigasi.

Tuduhan itu muncul karena ketidakpercayaan publik di Prancis tumbuh atas kehadiran 5.000 tentaranya dalam pasukan anti-pemberontak pimpinan Prancis yang dikenal sebagai Operasi Barkhane di Mali.

Baca juga: Tantang China di LCS, Kapal Perang Prancis Berlabuh di Vietnam

Dengan tuduhan ini, Trinquand mengatakan dukungan untuk pasukan Barkhane dipertaruhkan karena Prancis dianggap melanggar hak asasi manusia. Oleh karena itu, katanya, orang-orang di Mali dapat menolak mempertahankan kekuatan di lapangan dan opini publik Prancis juga bisa berjalan dengan cara yang sama.

Menteri pertahanan Prancis sendiri telah tiba di Ibu Kota Mali, Bamako, pada Rabu untuk bertemu dengan para pemimpin tertinggi negara itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Berita Terkini
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved