4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Selasa, 21 Juli 2026 - 11:25 WIB
loading...
Film Odyssey picu ketegangan karena isu kulit hitam hingga transgender. Foto/X/@koreanoli
A
A
A
WASHINGTON - Adaptasi Christopher Nolan dari The Odyssey, sebuah puisi epik yang disusun hampir 2.800 tahun yang lalu, telah menuai banyak kritik — bahkan sebelum penonton melihat satu adegan pun.
Kontroversi ini sebagian besar berpusat pada pemilihan pemeran, tetapi juga mencerminkan perdebatan yang lebih luas tentang keaslian sejarah, identitas, dan siapa yang berhak menceritakan kembali salah satu kisah tertua umat manusia.
Beberapa orang merasa bahwa memilih seorang wanita kulit hitam untuk peran tersebut adalah bukti "kesadaran sosial" yang berlebihan.
Reaksi negatif tersebut dengan cepat meluas ke dunia politik. Elon Musk, pemilik X, menuduh sutradara tersebut "mengencingi kuburan Homer", menyebutnya sebagai "rasis anti-kulit putih".
"Dia menginginkan penghargaan," tulis Musk, menyiratkan bahwa keputusan Nolan terkait dengan politik musim penghargaan dan standar inklusi Oscar, dilansir Al Jazeera.
Kontroversi ini sebagian besar berpusat pada pemilihan pemeran, tetapi juga mencerminkan perdebatan yang lebih luas tentang keaslian sejarah, identitas, dan siapa yang berhak menceritakan kembali salah satu kisah tertua umat manusia.
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
1. Helen Troy Kulit Hitam
Ketika Nolan, sang sutradara, mengumumkan bahwa karakter Helen dari Troy — yang digambarkan oleh Homer sebagai "berlengan putih" dan "seperti dewa" — akan diperankan oleh Lupita Nyong'o yang memenangkan Oscar, hal itu memicu gelombang kritik.Beberapa orang merasa bahwa memilih seorang wanita kulit hitam untuk peran tersebut adalah bukti "kesadaran sosial" yang berlebihan.
Reaksi negatif tersebut dengan cepat meluas ke dunia politik. Elon Musk, pemilik X, menuduh sutradara tersebut "mengencingi kuburan Homer", menyebutnya sebagai "rasis anti-kulit putih".
"Dia menginginkan penghargaan," tulis Musk, menyiratkan bahwa keputusan Nolan terkait dengan politik musim penghargaan dan standar inklusi Oscar, dilansir Al Jazeera.
Lihat Juga :