Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:05 WIB
loading...
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS tutupi jumlah korban luka tewas dan luka selama perang Iran. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Hampir 100 anggota militer AS telah mengalami cedera dalam berbagai tingkatan sejak 7 Juli, tulis juru bicara Pentagon Sean Parnell di X. Namun, pemberintahuan itu sangatlah lambat. Ada apa gerangan? Apakah AS malu karena kalah perang melawan Iran .

“Meskipun hampir 100 anggota militer dianggap mengalami cedera dalam berbagai tingkatan sejak 7 Juli 2026, 96% telah kembali bertugas. Mereka bertekad untuk kembali bertempur. Sebagian besar cedera yang dialami adalah gegar otak ringan,” kata Parnell.

Ia menulis ini untuk membantah laporan New York Times yang mengklaim bahwa Pentagon menyembunyikan puluhan cedera militer AS yang terjadi dalam perang dengan Iran.



CNN melaporkan pada Senin sore bahwa militer AS lambat dalam mengungkapkan cedera pada pasukan, dengan mengatakan penundaan tersebut dimaksudkan untuk melindungi anggota militer.

Pentagon lambat mengungkapkan korban luka pada pasukan AS selama perang yang sedang berlangsung dengan Iran, menghindari konfirmasi publik tentang dampak serangan Iran dan sebagian besar menyimpan totalnya ke situs web militer yang tertinggal beberapa hari atau bahkan minggu, dengan para pejabat mengatakan penundaan tersebut dimaksudkan untuk melindungi anggota layanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved