Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad, Guru Inggris Sembunyi dan Menangis Takut Dibunuh

loading...
Pertontonkan Kartun Nabi Muhammad, Guru Inggris Sembunyi dan Menangis Takut Dibunuh
Sebuah sekolah di Inggris didemo komunitas Muslim setempat, Kamis (25/3/2021) setelah seorang guru mempertontonkan kartun Nabi Muhammad di kelas. Foto/Lee McLean/SWNS
LONDON - Guru sekolah di Inggris mempertontonkan kartun Nabi Muhammad saat mengajar di kelasnya ketakutan bahwa dia akan dibunuh. Ayahnya mengatakan,putranya bersembunyi, menangis dan menyadari tidak mungkin mengajar lagi setelah insiden itu.

Guru berusia 29 tahun tersebut—yang identitasnya tidak dipublikasikan karena mendapat ancaman, telah diskors setelah insiden yang disebabkannya. Ayahnya mengecam pihak sekolah karena seolah-olah "melemparkan putranya ke bawah bus".

Baca juga: Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Sekolah di Inggris Didemo

Guru itu telah menunjukkan kepada siswa-siswanya kartun satire dari majalah Prancis; Charlie Hebdo, tentang Nabi Muhammad di kelas Pendidikan Agama di Batley Grammar School di West Yorkshire, beberapa waktu lalu.

Tindakannya memicu gelombang protes di gerbang sekolah pada Kamis pekan lalu. Seorang demonstran mengeklaim penggunaan kartun itu dilakukan dengan cara yang disengaja, mengancam dan provokatif.



Setelah kejadian tersebut, kepala sekolah Gary Kibble menawarkan permintaan maaf yang tulus. "Penggunaan gambar [kartun] di kelas sama sekali tidak tepat," katanya.

Tetapi ayah guru tersebut mengeklaim putranya "hancur" oleh insiden itu.

"Anak saya terus menangis dan mengatakan bahwa semuanya sudah berakhir untuknya," katanya kepada Mail Online, Senin (29/3/2021).

“Dia khawatir dia dan keluarganya akan dibunuh," lanjut dia.

“Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa kembali bekerja atau tinggal di Batley. Itu akan menjadi terlalu berbahaya bagi dia dan keluarganya."



“Lihat apa yang terjadi pada guru di Prancis yang terbunuh karena melakukan hal yang sama. Akhirnya mereka akan mendapatkan anak saya dan dia tahu ini," imbuh dia merujuk pada Samuel Paty, guru Prancis yang dipenggal pengungsi Chechnya di pinggiran Paris.

"Seluruh dunianya telah terbalik. Dia hancur dan hancur," katanya.

Dia juga menyalahkan sekolah atas penanganan insiden tersebut. "Sekolah telah melempar anak saya ke bawah bus," katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top