Lebih Maut dari Sianida, Ratusan Ikan Evil-Eye Muncul di Pantai Afsel
Senin, 29 Maret 2021 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Lingkungan, Kehutanan, dan Perikanan Afrika Selatan mengatakan spesies itu membawa racun saraf pembunuh yang disebut tetrodotoxin.
Ini adalah racun yang lebih mematikan daripada sianida dan menyebabkan kematian akibat gagal napas setelah melumpuhkan diafragma.
"Ikan yang mati di False Bay secara eksklusif adalah ikan buntal 'evil-eye' dengan jumlah 300 hingga 400 ikan mati per km pantai," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
“Ikan mati ini semuanya membawa neurotoxin tetrodotoxin yang mematikan dan tidak boleh dimakan; kematian biasanya terjadi karena serangan jantung."
“Penjelajah pantai sangat disarankan untuk menjauhkan hewan peliharaan mereka dari mereka (ikan beracun). Jika seekor anjing memakan seluruh atau sebagian dari ikan buntal, segera dimuntahkan dan bawa hewan peliharaan Anda ke dokter hewan," lanjut departemen itu.
Baca juga: Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda
AfriOceans Conservation Alliance, sebuah LSM lokal, mengatakan seekor anjing telah terbunuh akibat ikan-ikan tersebut terdampar secara massal.
Sementara itu, penyebab kejadian tersebut masih menjadi misteri.
Ini adalah racun yang lebih mematikan daripada sianida dan menyebabkan kematian akibat gagal napas setelah melumpuhkan diafragma.
"Ikan yang mati di False Bay secara eksklusif adalah ikan buntal 'evil-eye' dengan jumlah 300 hingga 400 ikan mati per km pantai," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
“Ikan mati ini semuanya membawa neurotoxin tetrodotoxin yang mematikan dan tidak boleh dimakan; kematian biasanya terjadi karena serangan jantung."
“Penjelajah pantai sangat disarankan untuk menjauhkan hewan peliharaan mereka dari mereka (ikan beracun). Jika seekor anjing memakan seluruh atau sebagian dari ikan buntal, segera dimuntahkan dan bawa hewan peliharaan Anda ke dokter hewan," lanjut departemen itu.
Baca juga: Kubu Suu Kyi Dulu Bela Militer Aniaya Muslim Rohingya, Sekarang Beda
AfriOceans Conservation Alliance, sebuah LSM lokal, mengatakan seekor anjing telah terbunuh akibat ikan-ikan tersebut terdampar secara massal.
Sementara itu, penyebab kejadian tersebut masih menjadi misteri.
Lihat Juga :