Israel Bikin Vaksin COVID-19 Pil, Solusi bagi yang Takut Jarum Suntik
Jum'at, 26 Maret 2021 - 10:45 WIB
loading...
Vaksin COVID-19 Oral berwujud pil buatan perusahaan Israel. Foto/Courtesy of Oramed Pharmaceuticals
A
A
A
TEL AVIV - Sebuah perusahaan Israel telah memproduksi vaksin COVID-19 oral berwujud pil. Vaksin ini telah diuji coba pada babi dan terbukti menghasilkan antibodi yang diinginkan setelah diminumkan.
Oramed Pharmaceuticals mengatakan bahwa inovasinya ini dapat merevolusi inokulasi virus corona, menyelamatkan nyawa dengan mempercepat prosesnya.
Baca juga: Bawa 30 Jet Tempur Rafale, Kapal Induk Nuklir Prancis Mampir di Abu Dhabi
Jika orang dapat menelan pil vaksin yang direncanakan di rumah alih-alih mengunjungi klinik, pemberian vaksin dapat dipercepat secara signifikan. Demikian disampaikan kepala ilmuwan perusahaan tersebut, Dr Miriam Kidron, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Jumat (26/3/2021).
Oramed telah menciptakan versi oral dosis tunggal dari vaksin prospektif yang dibuat oleh Premas Biotech yang berbasis di India, dan Kidron mengatakan dia "sangat bersemangat" bahwa itu mungkin dapat membantu mengakhiri pandemi.
Dia berharap dapat segera memulai uji coba Tahap I, dan mengatakan vaksin tersebut dapat lolos regulasi dan siap digunakan dalam waktu enam bulan—jauh sebelum kebanyakan dokter mengharapkan vaksinasi global.
Oramed Pharmaceuticals mengatakan bahwa inovasinya ini dapat merevolusi inokulasi virus corona, menyelamatkan nyawa dengan mempercepat prosesnya.
Baca juga: Bawa 30 Jet Tempur Rafale, Kapal Induk Nuklir Prancis Mampir di Abu Dhabi
Jika orang dapat menelan pil vaksin yang direncanakan di rumah alih-alih mengunjungi klinik, pemberian vaksin dapat dipercepat secara signifikan. Demikian disampaikan kepala ilmuwan perusahaan tersebut, Dr Miriam Kidron, sebagaimana dikutip dari Times of Israel, Jumat (26/3/2021).
Oramed telah menciptakan versi oral dosis tunggal dari vaksin prospektif yang dibuat oleh Premas Biotech yang berbasis di India, dan Kidron mengatakan dia "sangat bersemangat" bahwa itu mungkin dapat membantu mengakhiri pandemi.
Dia berharap dapat segera memulai uji coba Tahap I, dan mengatakan vaksin tersebut dapat lolos regulasi dan siap digunakan dalam waktu enam bulan—jauh sebelum kebanyakan dokter mengharapkan vaksinasi global.
Lihat Juga :