Protes Skandal Pemerkosaan, Ribuan Wanita Demo di Seluruh Australia
Senin, 15 Maret 2021 - 14:14 WIB
loading...
Demo March 4 Justice untuk memprotes skandal pemerkosaan yang libatkan staf pemerintah Australia di Melborune, 15 Maret 2021. Foto/Carla Gottgens/Bloomberg
A
A
A
CANBERRA - Ribuan wanita berunjuk rasa di seluruh Australia pada hari Senin (15/3/2021) untuk memprotes kekerasan seksual dan penanganan skandal pemerkosaan oleh Perdana Menteri Scott Morrison. Skandal ini telah mengguncang parlemen dan telah merusak popularitas pemerintah.
Lebih dari 40 protes "March 4 Justice” terjadi di seluruh negeri, menyerukan diakhirinya seksisme, kebencian terhadap wanita, budaya tempat kerja yang berbahaya dan kurangnya kesetaraan di negara ini.
Baca juga: Jet Tempur Su-57 Berpotensi Jadi Pemicu Baru Ketegangan Turki dan AS
Ada reaksi yang berkembang terhadap penanganan Morrison atas tuduhan bahwa mantan penasihat media pemerintah Brittany Higgins diperkosa oleh seorang rekan staf di kantor menteri pada tahun 2019. Pemerintah juga dikecam karena menolak untuk mengadakan penyelidikan atas klaim bahwa Jaksa Agung Christian Porter memerkosa sesama anggota tim debat sekolah pada tahun 1988—tuduhan yang dia bantah.
Para pengunjuk rasa mencemooh Morrison pada pertemuan umum di luar Gedung Parlemen di Canberra, yang ditolak oleh anggota parlemen senior pemerintah. Sorakan dukungan bermunculan untuk Higgins, yang berbicara kepada para pengunjuk rasa.
“Kami pada dasarnya mengenali sistem rusak, langit-langit kaca masih ada, dan ada kegagalan signifikan dalam struktur kekuasaan di dalam institusi kami,” kata Higgins, seperti dikutip Bloomberg.
“Jika mereka tidak berkomitmen untuk menangani masalah ini di kantor mereka sendiri, kepercayaan apa yang dimiliki wanita Australia bahwa mereka akan proaktif dalam menangani masalah ini di komunitas yang lebih luas?”
Ada tanda-tanda bahwa skandal tersebut menciptakan reaksi politik terhadap pemerintah konservatif Morrison, bahkan ketika mayoritas pemilih memuji penanganannya terhadap pandemi dan langkah-langkah stimulus yang telah membatasi dampak ekonomi.
Lebih dari 40 protes "March 4 Justice” terjadi di seluruh negeri, menyerukan diakhirinya seksisme, kebencian terhadap wanita, budaya tempat kerja yang berbahaya dan kurangnya kesetaraan di negara ini.
Baca juga: Jet Tempur Su-57 Berpotensi Jadi Pemicu Baru Ketegangan Turki dan AS
Ada reaksi yang berkembang terhadap penanganan Morrison atas tuduhan bahwa mantan penasihat media pemerintah Brittany Higgins diperkosa oleh seorang rekan staf di kantor menteri pada tahun 2019. Pemerintah juga dikecam karena menolak untuk mengadakan penyelidikan atas klaim bahwa Jaksa Agung Christian Porter memerkosa sesama anggota tim debat sekolah pada tahun 1988—tuduhan yang dia bantah.
Para pengunjuk rasa mencemooh Morrison pada pertemuan umum di luar Gedung Parlemen di Canberra, yang ditolak oleh anggota parlemen senior pemerintah. Sorakan dukungan bermunculan untuk Higgins, yang berbicara kepada para pengunjuk rasa.
“Kami pada dasarnya mengenali sistem rusak, langit-langit kaca masih ada, dan ada kegagalan signifikan dalam struktur kekuasaan di dalam institusi kami,” kata Higgins, seperti dikutip Bloomberg.
“Jika mereka tidak berkomitmen untuk menangani masalah ini di kantor mereka sendiri, kepercayaan apa yang dimiliki wanita Australia bahwa mereka akan proaktif dalam menangani masalah ini di komunitas yang lebih luas?”
Ada tanda-tanda bahwa skandal tersebut menciptakan reaksi politik terhadap pemerintah konservatif Morrison, bahkan ketika mayoritas pemilih memuji penanganannya terhadap pandemi dan langkah-langkah stimulus yang telah membatasi dampak ekonomi.
Lihat Juga :