Demonstran Myanmar Mengamuk dan Membakar 10 Pabrik China, 18 Tewas
Senin, 15 Maret 2021 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
“Mendesak Myanmar untuk mengambil langkah-langkah efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum dan memastikan keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar,” lanjut keduataan tersebut, yang dikutip Senin (15/3/2021).
Militer negara itu menurut dan tak lama kemudian, tembakan mulai terdengar dan truk militer berguling-guling di jalan-jalan di pinggiran kota Yangon yang terkunci di mana para pengunjuk rasa menargetkan bisnis China.
Seorang petugas polisi mem-posting di media sosial bahwa polisi berencana menggunakan persenjataan berat.
“Saya tidak akan mengasihani Hlaing Tharyar dan mereka akan melawan dengan serius juga karena ada semua jenis karakter di sana,” kata petugas polisi itu dalam sebuah posting TikTok.
Baca juga: Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar
Menurut data AFP, setidaknya 18 pengunjuk rasa tewas. Sedangkan versi laporan media lokal jumlah korban tewas lebih tinggi.
“Tiga orang meninggal di depan saya saat saya sedang berobat. Saya akan mengirim dua lagi ke rumah sakit. Hanya itu yang bisa saya katakan saat ini, "kata seorang petugas medis setempat.
Militer negara itu menurut dan tak lama kemudian, tembakan mulai terdengar dan truk militer berguling-guling di jalan-jalan di pinggiran kota Yangon yang terkunci di mana para pengunjuk rasa menargetkan bisnis China.
Seorang petugas polisi mem-posting di media sosial bahwa polisi berencana menggunakan persenjataan berat.
“Saya tidak akan mengasihani Hlaing Tharyar dan mereka akan melawan dengan serius juga karena ada semua jenis karakter di sana,” kata petugas polisi itu dalam sebuah posting TikTok.
Baca juga: Militer Swedia: Rusia Lebih Siap Dibandingkan NATO untuk Perang Skala Besar
Menurut data AFP, setidaknya 18 pengunjuk rasa tewas. Sedangkan versi laporan media lokal jumlah korban tewas lebih tinggi.
“Tiga orang meninggal di depan saya saat saya sedang berobat. Saya akan mengirim dua lagi ke rumah sakit. Hanya itu yang bisa saya katakan saat ini, "kata seorang petugas medis setempat.
Lihat Juga :