Dipukuli dan Gemetar, Mahasiswa Nigeria yang Diculik Memohon Minta Bantuan

Minggu, 14 Maret 2021 - 08:52 WIB
loading...
Dipukuli dan Gemetar,...
Dipukuli dan gemetar, mahasiswa Nigeria yang diculik memohon minta bantuan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
KADUNA - Sebuah video dari beberapa mahasiswa yang diculik dari sebuah perguruan tinggi di barat laut Nigeria muncul pada hari Sabtu. Video itu menunjukkan mereka meringkuk ditanah sebuah hutan ketika penculik bersenjata memukul mereka dengan tongkat.

Tiga puluh sembilan mahasiswa hilang setelah orang-orang bersenjata menyerbu Sekolah Tinggi Mekanisasi Kehutanan Federal di negara bagian Kaduna pada Kamis malam, penculikan sekolah keempat di Nigeria utara sejak Desember.

Baca juga: Kelompok Bandit Bersenjata Culik 30 Mahasiswa di Nigeria

Rekaman video yang dibagikan di media sosial menunjukkan sekitar dua lusin mahasiswa meminta bantuan dalam bahasa Inggris dan Hausa. Ada yang mengatakan para penculik menginginkan tebusan USD1,31 juta.



"Jika ada yang datang untuk menyelamatkan mereka tanpa uang, mereka akan membunuh kami," kata seorang mahasiswa laki-laki dalam video saat seorang pria bersenjata berdiri di belakangnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (14/3/2021).

Rektor Perguruan Tinggi Bello Mohammed Usman dan ibu dari salah satu mahasiswa yang diculik pada hari Sabtu mengidentifikasi mereka yang ditampilkan dalam video sebagai beberapa mahasiswa yang diculik, termasuk seorang wanita hamil.

Gloria Paul mengatakan dia mengenali putrinya yang berusia 20 tahun, Joy Kurmi Paul, dalam video itu, yang mengenakan jilbab merah muda. Di luar sekolah pada hari Sabtu, sang ibu memohon bantuan.

"Tolong, pemerintah harus membantu kami membebaskan mereka tanpa menyakiti mereka," katanya saat air mata membasahi pipinya.

Baca juga: KKB Bebaskan Puluhan Anak Sekolah yang Diculik

Usman menolak mengomentari permintaan tebusan.

Abubakar Sadiq, sekretaris eksekutif Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Kaduna, mengatakan dia tidak mengetahui video tersebut dan ia tidak memiliki wewenang untuk mengomentari permintaan uang tebusan.

Sebelumnya pada hari Sabtu, komisaris keamanan negara bagian Kaduna Samuel Aruwan mengatakan sembilan mahasiswa lagi hilang dari yang diperkirakan sebelumnya - 23 perempuan dan 16 laki-laki.

"Pemerintah negara bagian Kaduna menjaga komunikasi yang erat dengan manajemen perguruan tinggi sebagai upaya yang didukung oleh badan keamanan untuk melacak mahasiswa yang hilang," kata Aruwan.

Geng bersenjata itu masuk ke sekolah yang terletak di pinggiran kota Kaduna dekat akademi militer, sekitar pukul 23:30 malam pada hari Kamis. Aruwan mengatakan 180 mahasiswa dan anggota staf yang tinggal di sekolah itu diselamatkan pada Jumat pagi.

Baca juga: Kedua Kalinya dalam Seminggu, KKB Serang Sekolah dan Culik Ratusan Siswa

Serangan oleh geng bersenjata, yang dikenal sebagai bandit, telah meningkat selama beberapa tahun, dan upaya militer dan polisi untuk menangani geng tersebut tidak berhasil. Banyak yang khawatir bahwa otoritas negara memperburuk situasi dengan membiarkan penculik tidak dihukum, membayar mereka atau memberikan insentif.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Presiden Muhammadu Buhari mendesak agar mahasiswa yang hilang ditemukan dan dikembalikan dengan selamat ke keluarga mereka.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Dunia Marah pada Festival...
Dunia Marah pada 'Festival Pemerkosaan' Ini: Sekelompok Pria Telanjangi Perempuan di Siang Bolong
Bukan ke Iran atau Venezuela,...
Bukan ke Iran atau Venezuela, Apa yang Memicu AS Kirim Ratusan Tentara ke Negara Ini?
Langka, Pilot Ini Selamatkan...
Langka, Pilot Ini Selamatkan 80 Penumpang dari Pesawat yang Mesinnya Meledak di Udara
Inggris Diperintahkan...
Inggris Diperintahkan Bayar Rp9,6 Triliun untuk Ganti Rugi Pembunuhan Era Kolonial
Siapa Gustavo Petro?...
Siapa Gustavo Petro? Presiden Kolombia yang Jadi Target Penculikan Trump setelah Maduro
Jadwal Timnas Inggris...
Jadwal Timnas Inggris vs Kosta Rika dan Portugal vs Nigeria Live di VISION+
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved