Terancam Sanksi, Jenderal Myanmar: Kami Sudah Terbiasa 

Kamis, 04 Maret 2021 - 23:18 WIB
loading...
A A A
Menurut Burgener, polisi dan pasukan keamanan di Myanmar sekarang menggunakan amunisi langsung terhadap pengunjuk rasa. Sejak 1 Februari, lebih dari 50 orang telah terbunuh di sana dan lebih dari 1.200 lainnya - beberapa di antaranya masih belum ditemukan - telah ditangkap dan ditahan secara sewenang-wenang, sebagian besar tanpa proses hukum apa pun.

Baca juga: Situasi Myanmar di Ambang Perang Nyata, Sudah 38 Tewas sejak Kudeta

Minggu sebelumnya adalah hari paling mematikan di Myanmar sejak kudeta tak berdarah. Menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, pihak berwenang menghadapi pengunjuk rasa damai di beberapa lokasi di seluruh Myanmar dan menembakkan peluru langsung ke kerumunan, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, mengutip informasi yang dapat dipercaya.

Schraner Burgener mengatakan dia telah melakukan percakapan dalam beberapa pekan terakhir dengan wakil panglima angkatan bersenjata Myanmar, Wakil Jenderal Senior Soe Win, untuk memperingatkannya bahwa militer kemungkinan akan menghadapi tindakan keras dari beberapa negara serta isolasi sebagai pembalasan atas kudeta.

"Jawabannya adalah: 'Kami terbiasa dengan sanksi, dan kami selamat,'" katanya.

"Ketika saya juga memperingatkan mereka akan di isolasi, jawabannya adalah: 'Kami harus belajar berjalan hanya dengan beberapa teman,'" imbuhnya.

Baca juga: Redam Demonstran, Junta Myanmar Gunakan Spyware dan Peralatan Militer Israel
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Balas Dendam, Iran Klaim...
Balas Dendam, Iran Klaim Hancurkan Pusat Data Amazon di Bahrain
Rekomendasi
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved