Perusahaan Israel Diam-diam Jual Senjata ke China, 20 Orang Ditangkap

loading...
Perusahaan Israel Diam-diam Jual Senjata ke China, 20 Orang Ditangkap
Drone bunuh diri buatan Israel menjadi andalan di medan perang. Foto/thedrive.com
TEL AVIV - Intelijen Israel menangkap 20 orang pedagang senjata Israel bulan lalu sebagai tindakan keras rahasia terhadap industri swasta.

Langkah ini diduga sebagai upaya mengekang penjualan senjata ke China agar tidak membahayakan hubungan Israel dengan Amerika Serikat (AS).

Outlet media Israel melaporkan pada 11 Februari bahwa layanan keamanan Israel, Shin Bet, mengumumkan telah memutus lingkaran penyelundup senjata yang secara diam-diam menjual drone serang ke China.

Baca juga: Israel Jual Drone Pengintai ke Negara Asia Timur yang Dirahasiakan

Kebanyakan dari 20 orang dalam laporan tersebut pernah bertugas di posisi militer Israel di mana mereka menangani pengembangan senjata dan intelijen sensitif.



Lihat infografis: Bukan F-35, Jet Tempur NGAD Disiapkan untuk Kalahkan China

Beberapa orang diduga bekerja untuk Israel Aerospace Industries (IAI), produsen penerbangan utama Israel, dan perusahaan Israel terkait lainnya yang memproduksi rudal.



Laporan-laporan tersebut, mewakili salah satu skandal terbaru dalam industri senjata Israel yang sebagian besar swasta.

Seluruh laporan itu dalam sensor militer yang melarang mereka mengungkapkan informasi lebih lanjut tentang kasus tersebut.



Oleh karena itu, sejumlah portal berita menyebut lokasi penjualan senjata itu sebagai "negara Asia" tanpa mengakui negara itu sebagai China.

Fakta bahwa China adalah negara tujuan penjualan itu diungkapkan penulis Richard Silverstein, yang menjalankan blognya yang berbasis di Seattle berjudul Tikun Olam yang mengungkap masalah keamanan Israel, dan yang menyebut informasi tersebut dari sumber keamanan.

Silverstone mengatakan kepada outlet media Middle East Eye yang berbasis di London bahwa ini bukan kesepakatan kontroversial pertama industri senjata Israel dengan China, tetapi salah satu dari banyak yang tampaknya membahayakan hubungannya dengan Washington.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top