Sudah 4 Orang Penentang Kudeta Militer Myanmar Ditembak Mati

loading...
Sudah 4 Orang Penentang Kudeta Militer Myanmar Ditembak Mati
Seorang pria terluka setelah protes terhadap kudeta militer, di Mandalay, Myanmar, 20 Februari 2021. Foto/REUTERS
YANGON - Total sudah empat orang penentang kudeta militer Myanmar ditembak mati, termasuk tiga orang pada hari Sabtu pekan lalu. PBB mengecam junta militer setempat atas penggunaan kekerasan mematikan terhadap massa.

Korban tewas pertama adalah Mya Thwate Thwate Khaing, 20, perempuan muda yang ditembak di bagian kepala. Dia sempat bertahan hidup sepuluh hari sebelum akhirnya meninggal pada Jumat pekan lalu. Sosoknya menjadi simbol nasional perlawanan rakyat terhadap junta militer Myanmar.

Baca juga: Polisi Tembaki Demonstran, Dua Orang Tewas di Mandalay

Pihak berwenang secara bertahap meningkatkan taktik mereka melawan kampanye pembangkangan sipil yang sangat besar dan damai yang menuntut dikembalikannya pemimpin sipil yang digulingkan Aung San Suu Kyi.



Korban tewas kedua dan ketiga adalah demonstran yang ditembaki pasukan keamanan pada Sabtu pekan lalu di Mandalay.

Korban tewas keempat adalah pria 30 tahun yang berpatroli mencegah penangkapan aktivis di Yangon. Dia ditembak mati pada Sabtu malam. Kakak ipar korban, Tin Htut Hein, mengatakan dia telah ditembak mati oleh polisi.

"Istrinya sekarang patah hati," katanya. "Mereka memiliki seorang putra berusia empat tahun."



Hari Sabtu menandai hari paling mematikan sejauh ini dalam lebih dari dua minggu demonstrasi jalanan nasional.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top