Puluhan Tentara Cadangan Medis Israel Menolak Kembali ke Gaza
Sabtu, 29 Maret 2025 - 11:30 WIB
loading...
Pasukan Israel terlihat di dekat perbatasan selatan Israel dengan Gaza, pada 20 Maret 2025. Foto/JINI/xinhua
A
A
A
TEL AVIV - Puluhan tentara cadangan dari Korps Medis militer Israel menolak kembali bertempur di Gaza, menurut penyiar publik Israel, Kan.
Mengutip surat tentang masalah tersebut yang dilihat outlet berita itu, Kan mengatakan para tentara cadangan menolak kembali karena masalah etika dan hukum, serta perpanjangan konflik "di luar nalar".
Surat tersebut, yang ditandatangani para profesional medis dari berbagai tingkatan termasuk dokter, paramedis, petugas kesehatan mental, dan perawat mengatakan, “Perang tersebut menyebabkan kerugian bagi warga sipil di kedua belah pihak, bagi tatanan sosial Israel, dan bagi kelangsungan hidup jangka panjang negara tersebut."
Surat tersebut juga mencatat, "Pengambilalihan wilayah (Palestina) dan seruan untuk menghuninya merupakan pelanggaran hukum internasional."
Militer apartheid Israel dilaporkan menghadapi masalah yang semakin meningkat dari para tentara cadangan yang menolak bertugas karena kelelahan dan meningkatnya kemarahan terhadap pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip surat tentang masalah tersebut yang dilihat outlet berita itu, Kan mengatakan para tentara cadangan menolak kembali karena masalah etika dan hukum, serta perpanjangan konflik "di luar nalar".
Surat tersebut, yang ditandatangani para profesional medis dari berbagai tingkatan termasuk dokter, paramedis, petugas kesehatan mental, dan perawat mengatakan, “Perang tersebut menyebabkan kerugian bagi warga sipil di kedua belah pihak, bagi tatanan sosial Israel, dan bagi kelangsungan hidup jangka panjang negara tersebut."
Surat tersebut juga mencatat, "Pengambilalihan wilayah (Palestina) dan seruan untuk menghuninya merupakan pelanggaran hukum internasional."
Militer apartheid Israel dilaporkan menghadapi masalah yang semakin meningkat dari para tentara cadangan yang menolak bertugas karena kelelahan dan meningkatnya kemarahan terhadap pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lihat Juga :