Tornado dan Suhu Beku di Amerika Serikat Tewaskan Tujuh Orang

Rabu, 17 Februari 2021 - 04:04 WIB
loading...
Tornado dan Suhu Beku...
Tunawisma berlindung di tendanya di Oklahoma, AS. Foto/REUTERS
A A A
OKLAHOMA - Tornado di Amerika Serikat (AS) bagian tenggara dan suhu di bawah nol derajat Celsius hingga ke selatan Texas mengakibatkan tujuh orang meninggal.

Bencana itu pun mengakibatkan pemadaman listrik besar-besaran hingga membatalkan jadwal vaksinasi COVID-19 dan dapat mengganggu pasokan vaksin.

Cuaca berbahaya akan tetap mencengkeram sebagian besar Amerika Serikat dari Selasa hingga Jumat, dengan salju setinggi 4 inci dan hujan beku diperkirakan dari Dataran selatan ke Timur Laut.

Baca juga: Pangkalan Koalisi AS di Irak Diserang Roket, 1 Tewas dan 6 Luka

“Kami menyebutnya Sistem Badai Nomor 2, dengan penempatan yang sangat mirip dengan badai sebelumnya,” ungkap ahli meteorologi Lara Pagano dari Pusat Prediksi Cuaca, Layanan Cuaca Nasional di College Park, Maryland.

Baca juga: Tank-tank Israel Serang Gaza Utara, Tembaki Petani Palestina

Dia mengacu pada sistem yang mengganggu musim liburan akhir pekan pada Hari Presiden dengan salju tebal dan hujan es dari Ohio hingga Rio Grande.



“Massa udara Artik yang turun di sebagian besar AS itu mendorong suhu ke posisi terendah sepanjang sejarah pada Selasa,” papar Pagano.

Di Lincoln, Nebraska, suhu minus 35 derajat Celsius pada Selasa memecahkan rekor yang ditetapkan pada 1978 sebesar minus 27 derajat Celsius.

Di Dallas-Fort Worth yang biasanya hangat, minus 17 derajat Celsius memecahkan rekor pada 1903 sebesar minus 11 derajat Celsius.

"Itulah yang orang bangun pagi ini. Itu hanya berbahaya," ungkap Pagano.

“Dengan lebih dari 4,4 juta rumah mengalami pemadaman listrik di Texas saja, pihak berwenang menutup lokasi vaksinasi dan bergegas menggunakan 8.400 vaksin yang memerlukan pendinginan di bawah nol sebelum rusak setelah generator cadangan gagal,” papar Hakim Harris County Lina Hidalgo.

Dosis vaksin itu dibawa segera ke rumah sakit daerah dan Universitas Rice untuk disuntikkan ke tangan orang-orang yang sudah berada di lokasi tersebut dan yang tidak harus melakukan perjalanan di jalan licin.

Jalanan yang dilapisi es itu mengakibatkan satu dari empat orang yang meninggal akibat suhu dingin yang menggigit.

“Korban meninggal lainnya diidentifikasi sebagai tunawisma dan dua korban keracunan karbon monoksida,” ungkap Kepala Kepolisian Houston Art Acevedo.

“Di AS Tenggara, sistem bertekanan rendah yang berkembang di sepanjang front Arktik menciptakan bahan bakar untuk badai yang melepaskan setidaknya empat tornado,” ungkap ahli meteorologi Jeremy Grams dari Pusat Prediksi Badai di Norman, Oklahoma.

Satu sistem melewati Florida Panhandle dan dua sistem melewati barat daya Georgia pada Senin.

“Angin tornado keempat menewaskan tiga orang dan rumah-rumah menjadi rata setelah menyapu semalaman melalui pesisir North Carolina, Brunswick County, di sudut tenggara AS, antara Wilmington dan Pantai Myrtle, Carolina Selatan,” papar pernyataan kantor kepolisian setempat pada Selasa pagi.

“Setelah jeda singkat pada Selasa, cuaca buruk termasuk potensi angin kencang diperkirakan kembali muncul pada Rabu hingga Kamis,” ujar Grams.

“Daerah yang sama dapat terkena dampak, termasuk tornado dan angin yang merusak,” papar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Berita Terkini
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved