Perubahan Sikap Terhadap Palestina, Dapatkah Biden Fasilitasi Solusi Dua Negara?

Senin, 08 Februari 2021 - 01:00 WIB
loading...
Perubahan Sikap Terhadap...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka akan memulihkan hubungan dengan Palestina dan memperbarui bantuan yang ditangguhkan untuk pengungsi. Selain itu, seorang pejabat senior Gedung Putih menyampaikan komitmen Presiden AS, Joe Biden untuk solusi dua negara, antara Ramallah dan Tel Aviv.

Meskipun pengumuman itu tidak mengejutkan bagi mereka yang mengikuti jejak kampanye Biden, para analis skeptis bahwa solusi dua negara akan tercapai selama masa jabatan Biden sebagai presiden AS.

Baca: AS Mengaku Prihatin dengan Keputusan ICC Perluas Yurisdiksi di Palestina

Di bawah Trump, misi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) ditutup dan bantuan AS ditangguhkan karena tuduhan bahwa dana tersebut digunakan untuk tindakan teroris. Itu mengakibatkan kesenjangan pendanaan USD 350 juta untuk badan PBB yang mendukung pengungsi Palestina (UNRWA).

Selama sidang konfirmasi Senat, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menegaskan kembali bahwa Biden berkomitmen untuk solusi dua negara dengan Palestina dan Israel.



Blinken juga berjanji untuk mempertahankan dukungan AS untuk keamanan Israel dan bahwa AS akan membela sekutunya di Timur Tengah. Dukungan kuat Washington terhadap Israel diperkirakan tidak akan berubah, tetapi pendekatannya terhadap Palestina pasti akan berubah.

Pembalikan keputusan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, misalnya, tidak akan terjadi. Pemerintahan Biden juga diprediksi akan melanjutkan apa yang ditinggalkan oleh pemerintahan Trump dalam hal mendorong lebih banyak negara untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv.

Baca: ICC Tegaskan Miliki Yuridiksi Selidiki Kejahatan Israel, Hamas Semringah

Terlepas dari perubahan kebijakan AS terhadap Palestina, ada beberapa skeptisisme tentang seberapa besar kemajuan yang dapat dicapai Biden dalam solusi dua negara.

"Saya tidak berpikir mereka akan membuat kemajuan nyata menuju solusi dua negara dalam arti nyata, tetapi (pemerintahan Biden) pasti akan menurunkan hubungan yang telah (menjadi) sangat negatif" di bawah Trump," kata Paul Salem, presiden dari Institut Timur Tengah yang berbasis di Washington.

"Negara-negara Arab yang baru-baru ini menormalisasi hubungan dengan Israel akan diminta untuk bersikap konstruktif dalam mendorong warga Palestina untuk duduk bersama Israel lagi," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya.

Baca: AS Desak Penghentian Permukiman Israel dan Pembongkaran Rumah Palestina

Salem menuturkan, pemilu yang akan datang di Palestina dan Israel, dan potensi kepemimpinan baru di keduanya dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mendesak perundingan dilanjutkan.

Hal ini dapat mengakibatkan kemajuan ekonomi parsial, keterlibatan keamanan dan beberapa kemajuan pada situasi di Gaza. "Tapi, potensi nyata untuk solusi dua negara harus menunggu jenis pergeseran yang lebih bersejarah di Israel," prediksi Salem.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved