Pertaruhkan Nyawa Demi Kebenaran, Ini 10 Jurnalis Investigasi Paling Bernyali
Sabtu, 06 Februari 2021 - 12:32 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam jurnalistik, untuk memberitakan suatu peristiwa secara mendalam dibutuhkan usaha ekstra bukan hanya sekadar wawancara dan riset. Diperlukan nyali dan risiko berkorban untuk melakukan investigasi atau dalam hal ini penyamaran.
Berikut jurnalis dunia paling bernyali yang urat takutnya sudah putus yang rela mengorbankan hidupnya untuk mendapatkan kebenaran. (Baca: Komnas HAM Investigasi Tewasnya 6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq)
1. Antonio Salas
![Pertaruhkan Nyawa Demi Kebenaran, Ini 10 Jurnalis Investigasi Paling Bernyali]()
Salas adalah jurnalis investigasi yang hanya terkenal dengan nama samarannya. Hidupnya dihabiskan dengan melakukan penyamaran. Dia pernah setahun menjadi anggota pro Nazi, satu setengah tahun sebagai pedagang wanita, dan enam tahun sebagai seorang teroris internasional.
Dalam melakukan penyamaran, Salas membuat persiapan yang amat matang dan rinci. Contohnya, ketika akan masuk grup teror jihad, Salas membuat cerita bakground tentang identitas palsunya secara rumit, ia pun belajar menulis tangan salinan Alquran serta melakukan sunat.
2. Tim Lopes
![Pertaruhkan Nyawa Demi Kebenaran, Ini 10 Jurnalis Investigasi Paling Bernyali]()
Lopes adalah jurnalis Brasil yang tumbuh di lingkungan kumuh di Rio de Janeiro. Lopes melakukan penyamaran dengan memfilmkan aktivitas ilegal dengan kamera tersembunyi di sejumlah titik yang dikuasai oleh geng kriminal
dan bos narkoba. (Baca juga: Terlupakan dan Kurang Dikenal, Ini 10 Pahlawan Super Melawan Genosida)
Tahun 2001, Lopes membantu pihak kepolisian setempat dalam mengurangi aksi jual beli narkoba. Nama Lopes menjadi populer karena hal tersebut. Ironisnya, pada 2 Juni 2002, pengedar narkoba menculiknya. Lopes dipukuli, disiksa mati-matian, dan dibakar hingga tewas.
3. Elizabeth Jane Cochrane
![Pertaruhkan Nyawa Demi Kebenaran, Ini 10 Jurnalis Investigasi Paling Bernyali]()
Elizabeth Jane Cochrane atau lebih dikenal dengan by line Nellie Bly adalah jurnalis wanita angkatan pertama di Amerika Serikat sekitar tahun 1887. Oleh editornya di New York ia ditugaskan meliput kondisi sebuah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Blackwell Island yang diduga melakukan malpraktik.
Untuk masuk ke RSJ tersebut tak ada cara lain bagi Cochrane selain menyamar menjadi pasien sakit jiwa. Risikonya sangat besar, karena sang editor tak menjamin Cochrane bisa keluar dari RSJ tersebut.
Selama 10 hari ia berada di RSJ dan harus menjalani perlakuan medis tak semestinya. Namun pengorbanan itu terbayar. Berkat liputannya, pemerintah AS memerintahkan penyidikan RSJ tersebut dan menaikkan anggaran perbaikan dan pelayanan sebesar USD850.000. (Baca juga: 6 Kota di Dunia yang Pernah Bersalin Nama, Jakarta Paling Sering)
Berikut jurnalis dunia paling bernyali yang urat takutnya sudah putus yang rela mengorbankan hidupnya untuk mendapatkan kebenaran. (Baca: Komnas HAM Investigasi Tewasnya 6 Laskar FPI Pengawal Habib Rizieq)
1. Antonio Salas

Salas adalah jurnalis investigasi yang hanya terkenal dengan nama samarannya. Hidupnya dihabiskan dengan melakukan penyamaran. Dia pernah setahun menjadi anggota pro Nazi, satu setengah tahun sebagai pedagang wanita, dan enam tahun sebagai seorang teroris internasional.
Dalam melakukan penyamaran, Salas membuat persiapan yang amat matang dan rinci. Contohnya, ketika akan masuk grup teror jihad, Salas membuat cerita bakground tentang identitas palsunya secara rumit, ia pun belajar menulis tangan salinan Alquran serta melakukan sunat.
2. Tim Lopes

Lopes adalah jurnalis Brasil yang tumbuh di lingkungan kumuh di Rio de Janeiro. Lopes melakukan penyamaran dengan memfilmkan aktivitas ilegal dengan kamera tersembunyi di sejumlah titik yang dikuasai oleh geng kriminal
dan bos narkoba. (Baca juga: Terlupakan dan Kurang Dikenal, Ini 10 Pahlawan Super Melawan Genosida)
Tahun 2001, Lopes membantu pihak kepolisian setempat dalam mengurangi aksi jual beli narkoba. Nama Lopes menjadi populer karena hal tersebut. Ironisnya, pada 2 Juni 2002, pengedar narkoba menculiknya. Lopes dipukuli, disiksa mati-matian, dan dibakar hingga tewas.
3. Elizabeth Jane Cochrane

Elizabeth Jane Cochrane atau lebih dikenal dengan by line Nellie Bly adalah jurnalis wanita angkatan pertama di Amerika Serikat sekitar tahun 1887. Oleh editornya di New York ia ditugaskan meliput kondisi sebuah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Blackwell Island yang diduga melakukan malpraktik.
Untuk masuk ke RSJ tersebut tak ada cara lain bagi Cochrane selain menyamar menjadi pasien sakit jiwa. Risikonya sangat besar, karena sang editor tak menjamin Cochrane bisa keluar dari RSJ tersebut.
Selama 10 hari ia berada di RSJ dan harus menjalani perlakuan medis tak semestinya. Namun pengorbanan itu terbayar. Berkat liputannya, pemerintah AS memerintahkan penyidikan RSJ tersebut dan menaikkan anggaran perbaikan dan pelayanan sebesar USD850.000. (Baca juga: 6 Kota di Dunia yang Pernah Bersalin Nama, Jakarta Paling Sering)
Lihat Juga :