Pengamat: Kudeta Militer Adalah Kemunduran Demokrasi di Myanmar

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:27 WIB
loading...
Pengamat: Kudeta Militer...
Gerry Habel Hukubun, Divisi Komunikasi PPI yang juga pengamat ekonomi dan politik luar negeri. Foto/PPI
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dan politik luar negeri, Gerry Habel Hukubun, menyayangkan kudeta militer Myanmar terhadap pemerintah terpilih pimpinan Daw Aung San Suu Kyi . Menurutnya,kudeta yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing itu adalah kemunduran bagi demokrasi di Myanmar.

Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)—partainya Suu Kyi—adalah pemenang pemilu Myanmar pada November 2020. Namun, militer tidak mengakuinya dengan menuduh terjadi kecurangan besar pada pemilu. Puncaknya, militer yang dipimpina Panglima Jenderal Min Aung Hlaing melakukan kudeta pada Senin lalu dengan menangkap Penasihat Negara Daw Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint dan para politisi NLD.

Baca juga: Pemimpin Pemberontak: Kudeta Militer Mengancam Nasib Gencatan Senjata Myanmar

Militer mengumumkan keadaan darurat hingga setahun ke depan dan menunjuk seorang jenderal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Presiden. Suu Kyi, yang merupakan pemimpin de facto Myanmar, hingga kini masih menjadi tahanan rumah oleh militer.

Komunitas internasional mengecam keras kudeta militer di Myanmar. “Ini merupakan kemunduran demokrasi di Myanmar,” kata Gerry yang juga menjabat sebagai Divisi Komunikasi Publik Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Gerry Habel Hukubun, Kamis (4/2/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved