Erdogan Peringatkan NATO soal Doktrin Nuklir Rusia untuk Membela Diri
Rabu, 20 November 2024 - 11:06 WIB
loading...
Peluncur ICBM otonom Yars milik pasukan rudal strategis Rusia, dengan pengawal lapis baja. Foto/Sputnik/Ramil Sitdikov
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Barat harus memperhatikan doktrin nuklir Rusia yang diperbarui, yang mencerminkan hak dan kemampuan Moskow untuk mempertahankan diri dari ancaman.
Moskow mengungkap usulan perubahan pada pencegah strategisnya pada bulan September, sementara Ukraina masih menuntut izin menggunakan senjata Barat untuk serangan jarak jauh ke wilayah Rusia.
Doktrin baru tersebut secara resmi diadopsi Rusia pada hari Selasa (19/11/2024), beberapa jam setelah rudal Ukraina yang dipasok Amerika Serikat (AS) digunakan untuk menargetkan Wilayah Bryansk.
“Saya pikir pernyataan Rusia ini, terutama, merupakan tindakan yang diambil sebagai tanggapan atas sikap yang diambil terhadapnya, terkait penggunaan senjata konvensional,” ungkap Erdogan pada hari Selasa dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak G20 di Rio de Janeiro, Brasil.
“Saya pikir masalah ini harus dipertimbangkan oleh pejabat NATO. Rusia memiliki hak dan kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri dan mengambil tindakan untuk pertahanannya. Dan Rusia terpaksa mengambil tindakan ini,” ujar Erdogan.
Moskow mengungkap usulan perubahan pada pencegah strategisnya pada bulan September, sementara Ukraina masih menuntut izin menggunakan senjata Barat untuk serangan jarak jauh ke wilayah Rusia.
Doktrin baru tersebut secara resmi diadopsi Rusia pada hari Selasa (19/11/2024), beberapa jam setelah rudal Ukraina yang dipasok Amerika Serikat (AS) digunakan untuk menargetkan Wilayah Bryansk.
“Saya pikir pernyataan Rusia ini, terutama, merupakan tindakan yang diambil sebagai tanggapan atas sikap yang diambil terhadapnya, terkait penggunaan senjata konvensional,” ungkap Erdogan pada hari Selasa dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak G20 di Rio de Janeiro, Brasil.
“Saya pikir masalah ini harus dipertimbangkan oleh pejabat NATO. Rusia memiliki hak dan kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri dan mengambil tindakan untuk pertahanannya. Dan Rusia terpaksa mengambil tindakan ini,” ujar Erdogan.
Lihat Juga :