Jenderal Min Aung Hlaing: Membantai Rohingya, Mengkudeta Aung San Suu Kyi

Selasa, 02 Februari 2021 - 08:43 WIB
loading...
Jenderal Min Aung Hlaing:...
Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing. Foto/France24
A A A
NAYPYIDAW - Ketegangan yang terjadi antara pemerintah sipil dan militer di Myanmar berujung pada kudeta militer. Sejumlah pemimpin sipil Myanmar seperti Presiden Win Myint dan penerima Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi ditangkap pada Senin kemarin.

Jenderal Min Aung Hlaing mendadak menjadi sorotan dunia. Panglima Militer Myanmar itu menjadi otak dari kudeta militer yang terjadi di negara itu.

Lalu siapa sebenarnya Jenderal Min Aung Hlaing?

Jenderal Min Aung Hlaing adalah sosok yang berada di balik abadinya peran militer di Myanmar. Ia berhasil mempertahankan kekuatan Tatmadaw, sebutan untuk militer Myanmar, ketika negara itu beralih ke demokrasi. Ketika Myanmar kembali ke pemrintahan militer di bawah kepemimpinannya, Min Aung Hlaing sekarang tampaknya akan memperluas kekuasaannya dan membentuk masa depan negara itu dalam waktu dekat.



Dikutip dari BBC, Selasa (2/2/2021), jenderal berusia 64 tahun itu menghabiskan seluruh karirnya di militer, di mana ia bergabung sebagai kadet. Seorang mantan mahasiswa hukum di Universitas Yangon, ia memasuki Akademi Layanan Pertahanan pada upaya ketiganya pada tahun 1974.

Prajurit infanteri yang relatif sederhana ini terus mendapatkan promosi reguler dan naik pangkat. Pada Maret 2011, ia dipilih untuk jabatan tertinggi militer di depan jenderal yang lebih senior, menggantikan pemimpin lama Than Shwe sebagai panglima tertinggi.

Ketika Min Aung Hlaing menjadi panglima militer, blogger dan penulis Myanmar Hla Oo - yang mengatakan bahwa mereka telah saling kenal di masa kanak-kanak - menggambarkannya sebagai seorang pejuang yang tangguh dalam pertempuran dari Tentara Burma yang brutal, tetapi juga memanggilnya sebagai sarjana dan pria yang serius.

Jenderal Min Aung Hlaing: Membantai Rohingya, Mengkudeta Aung San Suu Kyi


Min Aung Hlaing memulai masa jabatannya sebagai panglima militer saat Myanmar beralih ke demokrasi pada tahun 2011 setelah beberapa dekade berada di bawah junta militer. Meski begitu, Tatmadaw tetap tertarik untuk mempertahankan kekuasaannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Hinaan Rasis terhadap...
Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay
Rekomendasi
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Tak Mau Berhenti di...
Tak Mau Berhenti di Indonesian Idol, Dandy Panjawi Siap Sikat Casting Film hingga Rilis Mini Album?!
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Berita Terkini
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved