PBB Masih Khawatir Nasib Perdagangan Yaman Meski AS Melunak pada Houthi

loading...
PBB Masih Khawatir Nasib Perdagangan Yaman Meski AS Melunak pada Houthi
Pekerja mengangkut bantuan di Yaman. Foto/REUTERS
NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih mendengar kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan berencana membatalkan atau menangguhkan bisnis dengan Yaman meskipun ada keputusan Amerika Serikat untuk mengizinkan semua transaksi dengan gerakan Houthi.

"Mengingat langkah (AS) ini tidak menyelesaikan ketidakpastian yang mendasarinya," ungkap juru bicara PBB Stephane Dujarric dilansir Reuters.

Amerika Serikat pada Senin menyetujui semua transaksi yang melibatkan gerakan Houthi Yaman hingga bulan depan.



Baca juga: Turki Kecam Serangan Rudal di Riyadh, Houthi Masih Bungkam

Keputusan ini muncul saat Washington meninjau kebijakan pemerintahan era Donald Trump pada Houthi yang ditetapkan organisasi teroris asing.

Baca juga: AS Setujui Semua Transaksi Terkait Houthi Yaman selama Sebulan

"Dengan jutaan warga sipil menghadapi risiko kelaparan, Yaman bahkan tidak mampu menghadapi gangguan sementara dalam aktivitas komersial dan belum jelas apakah izin baru akan mencegah gangguan semacam itu," papar Dujarric.

Baca juga: Ledakan Keras Terjadi di Riyadh, Penyebab Belum Diketahui

"Kami terus menyerukan pencabutan ketetapan itu atas dasar kemanusiaan," ungkap dia.

Baca juga: Drone Houthi Yaman Dicurigai Penyebab Ledakan di Riyadh



Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo memasukkan Houthi ke daftar hitam pekan lalu, sehari sebelum Presiden Joe Biden menjabat pada Rabu.

Saat itu sudah muncul peringatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai kelompok bantuan bahwa hal itu akan mendorong Yaman ke dalam krisis kelaparan skala besar.

Langkah Trump itu membekukan aset Houthi yang terkait dengan AS, melarang warga AS berbisnis dengan Houthi, dan menjadikannya kejahatan untuk memberikan dukungan atau sumber daya kepada Houthi.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top