China: Kehadiran Kapal Perang AS di Laut China Selatan Buruk untuk Perdamaian

Senin, 25 Januari 2021 - 19:07 WIB
loading...
China: Kehadiran Kapal...
Kementerian Luar Negeri China menyatakan, AS) sering mengirim kapal dan pesawat ke Laut China Selatan untuk pamer otot dan ini tidak baik untuk perdamaian. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Kementerian Luar Negeri China menyatakan, Amerika Serikat (AS) sering mengirim kapal dan pesawat ke Laut China Selatan untuk "pamer otot". Beijing menyebut, ini tidak baik untuk perdamaian.

Pernyataan ini datang setelah AS mengirim kelompok tempur kapal induk ke Laut China Selatan pada akhir pekan lalu.Baca juga: Kapal Induk AS Masuk Laut China Selatan, Tantang China untuk Menembaknya?

Pengiriman kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt ke perairan sengketa itu dipandang sebagai pesan implisit kepada China hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden AS, Joe Biden di tengah titik terendah dalam hubungan China-Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan keberadaan kapal perang AS di kawasan sengketa tersebut hanya akan memanaskan situasi yang ada.

"AS sering mengirim pesawat dan kapal ke Laut China Selatan untuk "memamerkan ototnya". Ini tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/1/2021).

Terkait dengan pengerahan 13 armada pesawat tempur, termasuk pesawat pembom berkemampuan nuklir, ke sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan, Zhao menolak berkomentar.

Dia hanya mengatakan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari China dan bahwa AS harus mematuhi prinsip "Satu China".Baca juga: AS Kerahkan Kapal Induk saat Pesawat Pembom Nuklir China Usik Taiwan
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved