Langgar Lockdown, Polisi Inggris Bubarkan Acara Pernikahan

Jum'at, 22 Januari 2021 - 22:28 WIB
loading...
Langgar Lockdown, Polisi...
Polisi Inggris bubarkan acara pernikahan yang melanggar aturan lockdown. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Sebuah acara pernikahan di Inggris terpaksa dibubarkan oleh kepolisian setempat karena dianggap melanggar aturan penguncian ( lockdown ). Pasalnya, acara tersebut menghadirkan 400 tamu undangan sementara pemerintah setempat hanya mengizinkan enam orang untuk hadir.

Pernikahan saat ini seharusnya berlangsung hanya dalam "keadaan luar biasa".

Namun, petugas menemukan ratusan orang berkumpul di Stamford Hill, London utara, dengan jendela tertutup untuk mencegah orang melihat ke dalam. Penyelenggara pernikahan sekarang bisa didenda hingga Rp191 juta dan lima lainnya dikenai hukuman Rp3,8 juta.



"Ini benar-benar pelanggaran hukum yang tidak dapat diterima," kata Inspektur Kepala Detektif Marcus Barnett.

"Orang-orang di seluruh negeri membuat pengorbanan dengan membatalkan atau menunda pernikahan serta perayaan lainnya dan tidak ada alasan untuk jenis perilaku ini," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/1/2021).

Pernikahan tersebut berlangsung di Sekolah Gadis Yesodey Hatorah, yang melayani keluarga Yahudi Haredi di daerah tersebut, rumah bagi komunitas Yahudi Ortodoks terbesar di Eropa.

Baca juga: Kekurangan Orang, Sinovac Akui Alami Kesulitan Distribusikan Vaksin
Baca juga: Pertama di Inggris, Masjid Jadi Pusat Vaksinasi COVID-19

"Kami benar-benar ngeri tentang acara semalam dan mengutuknya sekuat mungkin," kata sekolah itu dalam sebuah pernyataan.

"Sebuah organisasi luar bertanggung jawab karena telah menyewakan aula dan (kami) tidak tahu tentang pernikahan tersebut," kata sekolah tersebut.

Kasus virus Corona melonjak di Inggris pada akhir tahun lalu setelah berjangkitnya varian virus baru yang lebih menular. Kondisi ini menyebabkan penerapan penguncian di seluruh Inggris Raya.

Baca juga: Jadi Superspreader, Pria China Tularkan COVID-19 ke 102 Orang!

Jumlah kasus harian COVID-19 di Negeri Ratu Elizabeth itu sendiri telah turun dari yang tertinggi hampir 70.000 pada 8 Januari menjadi hanya di bawah 40.000 dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu pihak berwenang khawatir bahwa terlalu banyak orang yang melanggar aturan, yang berarti virus terus menyebar.

Pada hari Kamis, Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel memperingatkan mereka yang melanggar batasan kuncian menghadapi hukuman oleh polisi dan mengumumkan denda baru Rp15juta bagi mereka yang menghadiri pesta di rumah.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Jet Militer Pembawa...
Jet Militer Pembawa Menhan Inggris Diduga Dikerjai Rusia, Tiba-tiba Gangguan Sinyal
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Nyaris Tabrakan, Jet...
Nyaris Tabrakan, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata Inggris dalam Jarak 6 Meter
Krisis Politik Guncang...
Krisis Politik Guncang Inggris, PM Keir Starmer Dilaporkan Bakal Mundur
Ironi Jet Tempur Siluman...
Ironi Jet Tempur Siluman F-35: Diklaim Canggih dan Digdaya di Langit, tapi Karatan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Balas Serangan AS di...
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Berita Terkini
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved