Supplier Apple Dilaporkan Gunakan Tenaga Kerja Paksa Uighur

Jum'at, 01 Januari 2021 - 17:51 WIB
loading...
A A A
Kelompok, yang disebut Koalisi untuk Mengakhiri Kerja Paksa di Wilayah Uighur, terdiri dari federasi serikat pekerja AS, LSM Inggris Anti-Perbudakan Internasional, Konsorsium Hak Pekerja (WRC) dan beberapa kelompok advokasi Uighur.(Baca juga: Terungkap, Alibaba Gunakan Software Pengenal Wajah Uighur )

China telah menahan sekitar satu juta etnis Uighur dan sebagian besar kelompok minoritas berbahasa Turki lainnya di kamp-kamp "pendidikan ulang" di wilayah Xinjiang yang dikontrol ketat di barat laut negara itu.

Muslim di Xinjiang dilarang berpuasa selama bulan suci Ramadan dan diduga dipaksa untuk minum alkohol serta makan daging babi - keduanya dilarang dalam Islam - di kamp-kamp interniran.

Kelompok hak asasi manusia dan mantan narapidana melihat langkah-langkah tersebut sebagai bagian dari kampanye untuk secara paksa mengasimilasi Uighur dan minoritas lainnya ke dalam masyarakat etnis mayoritas Han di negara itu, menghilangkan budaya dan kepercayaan agama mereka.

China telah menepis tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, mengklaim bahwa mereka telah mendirikan pusat 'pendidikan ulang' untuk memerangi ekstremisme.(Baca juga: China Sebut Tuduhan Pelanggaran HAM Muslim Uighur Kebohongan Abad Ini )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Kesepakatan Damai AS-Iran...
Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Disahkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB
Rekomendasi
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Berita Terkini
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved