Putin Teken UU Baru: dari Pembatasan Medsos Hingga Aksi Protes

Rabu, 30 Desember 2020 - 22:29 WIB
loading...
Putin Teken UU Baru:...
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sejumlah undang-undang pada Rabu (30/12/2020). Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani serangkaian undang-undang baru pada Rabu (30/12/2020). Serangkaian undang-undang baru itu memberikan otoritas kepada Rusia untuk membatasi raksasa media sosial Amerika Serikat (AS), memberikan label "agen asing" kepada individu, hingga menindak pihak yang membocorkan data agen rahasia.

Undang-undang itu juga memperkenalkan pembatasan baru terhadap aksi protes dan membatasi satu tahun reformasi konstitusional. Untuk yang terakhir, akan memungkinkan Putin (68) untuk mencalonkan diri selama dua periode enam tahun lagi di Kremlin alih-alih mundur pada 2024 seperti yang seharusnya dilakukan secara hukum.

Reformasi lain seperti pemberian kekebalan seumur hidup kepada mantan presiden dari tuntutan telah membuat para analis menebak-nebak tentang rencananya karena hubungan Moskow dengan Barat berada di bawah tekanan baru atas kasus peracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny.(Baca juga: Rusia Ultimatum Navalny Si Pengkritik Putin: Segera Pulang atau Dipenjara! )



Seperti dilansir dari Reuters, salah satu undang-undang yang diteken memungkinkan Rusia untuk memblokir atau membatasi akses ke situs-situs yang "mendiskriminasi" medianya. Ini adalah bagian dari kampanye Putin untuk meningkatkan "kedaulatan" internet Rusia yang telah memicu kekhawatiran akan merayapnya kontrol internet bergaya China.

Twitter saat ini melabeli beberapa media Rusia sebagai "media yang berafiliasi dengan negara", sebuah langkah yang dikecam oleh Moskow. Pendukung undang-undang itu mengutip keluhan yang dibuat tentang prasangka yang ditunjukkan oleh Facebook, Twitter dan YouTube.(Baca juga: Putin Sahkan UU Izinkan Mantan Presiden Jadi Senator Seumur Hidup )

Undang-undang kedua memberlakukan denda besar hingga 20% dari omset mereka yang berbasis di Rusia tahun sebelumnya untuk situs yang berulang kali gagal menghapus konten terlarang, sesuatu yang menurut anggota parlemen Rusia dan Facebook sering gagal dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Mantan PM Thailand Thaksin...
Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Setelah Mendapat Pengampunan Kerajaan
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved