Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah saat Tegang dengan AS

Sabtu, 19 Desember 2020 - 01:26 WIB
loading...
Iran Bangun Fasilitas...
Fasilitas nuklir Iran di Natanz. Foto/Planet Labs Inc and Middlebury Institute of International Studies at Monterey via REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran telah memulai pembangunan di sebuah situs di fasilitas nuklir bawah tanahnya di Fordo di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) atas program atomnya. Foto satelit yang diperoleh hari Jumat (18/12/2020) oleh The Associated Press (AP) memperlihatkan aktivitas pembangunan tersebut.

Iran belum secara terbuka mengakui adanya konstruksi baru di Fordo, yang penemuannya oleh Barat pada tahun 2009 terjadi pada putaran awal pertemuan sebelum kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris Prancis, Jerman dan China) mencapai kesepakatan nuklir 2015 dengan Teheran. (Baca: Memanas, Pakistan Tuduh India Bersiap untuk 'Serangan Bedah' )

Tujuan pembangunan di situs nuklir bawah itu masih belum jelas. Pekerjaan apa pun di Fordo kemungkinan akan memicu kekhawatiran baru di hari-hariterakhirpemerintahan Donald Trump sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Iran sudah membangun fasilitas nuklir Natanz setelah ledakan misterius pada Juli di sana yang digambarkan Teheran sebagai serangan sabotase.

"Setiap perubahan di situs ini akan diawasi dengan cermat sebagai tanda ke mana arah program nuklir Iran," kata Jeffrey Lewis, pakar James Martin Center for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies yang mempelajari Iran.

Misi Iran ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak segera menanggapi permintaan komentar. Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang inspekturnya berada di Iran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir, juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

IAEA sampai saat ini belum mengungkapkan kepada publik jika Iran memberitahukannya tentang konstruksi apa pun di Fordo. (Baca: Putri Soleimani: Donald Trump Monster, Bukan Ayah Saya )

Konstruksi di situs Fordo dimulai pada akhir September. Gambar satelit yang diperoleh dari Maxar Technologies oleh AP menunjukkan konstruksi berlangsung di sudut barat laut situs tersebut, dekat kota suci Syiah Qom sekitar 90 kilometer (55 mil) barat daya Teheran.

Foto satelit 11 Desember menunjukkan apa yang tampak seperti fondasi yang digali untuk sebuah bangunan dengan lusinan pilar. Pilar semacam itu dapat digunakan dalam konstruksi untuk menopang bangunan di zona gempa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Magang Nasional 2026...
Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Kuota Peserta Capai 150 Ribu Orang
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
BTS Bakal Gelar The...
BTS Bakal Gelar The City, London Eye hingga Sungai Thames Disulap Jadi Pusat Perayaan ARMY
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved