Azerbaijan-Armenia Tukar Tahanan Perang

Selasa, 15 Desember 2020 - 16:38 WIB
loading...
Azerbaijan-Armenia Tukar...
Azerbaijan dan Armenia bertukar tahanan perang sesuai kesepakatan gencata senjata Nagorno Karabakh. Foto/portnews.com.au
A A A
YEREVAN - Azerbaijan dan Armenia telah mulai bertukar tahanan, sebuah langkah yang ditetapkan dalam perjanjian gencatan senjata antara kedua negara tetangga yang mengakhiri pertempuran baru-baru ini atas wilayah Nagorno Karabakh .

Otoritas Azerbaijan mengatakan pihak-pihak tersebut telah menyetujui pertukaran tahanan semua untuk semua, dan sebuah pesawat dengan beberapa tawanan telah mendarat di Azerbaijan pada 14 Desember lalu.

Sedangkan pejabat Armenia mengatakan sebuah pesawat Rusia yang membawa 44 tawanan Armenia mendarat di bandara Erebuni Yerevan pada sore hari.



“Pada tahap ini, para tawanan Armenia yang penangkapannya telah dikonfirmasi oleh Azerbaijan dan Palang Merah telah dikembalikan. Proses menemukan dan mengatur pemulangan rekan-rekan kami yang hilang dan kemungkinan ditangkap terus berlanjut,” tulis Wakil Perdana Menteri Tigran Avinian di halaman Facebook-nya seperti dilansir dari Radio Free Europe, Selasa (15/12/2020).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa 12 tahanan telah diserahkan ke Azerbaijan dan 44 ke Armenia.

Pertukaran itu difasilitasi oleh penjaga perdamaian Rusia yang telah dikerahkan di dan sekitar Nagorno-Karabakh di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Moskow. Kesepakatan itu mulai berlaku pada 10 November lalu setelah enam minggu pertempuran.

Tidak diketahui berapa banyak lagi tahanan yang ingin ditukar Azerbaijan dan Armenia.

Pertempuran di Nagormo Karabakh, yang menewaskan lebih dari 5.600 orang dari kedua belah pihak, adalah bentrokan terburuk di wilayah itu sejak awal 1990-an.(Baca juga: Viral, Tentara Azerbaijan Diduga Penggal Pria Tua Etnis Armenia )

Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia, beberapa bagian di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh ditempatkan di bawah pemerintahan Azerbaijan setelah hampir 30 tahun dikendalikan oleh pasukan etnis Armenia.

Di Armenia, perjanjian gencatan senjata itu memicu kemarahan dan protes anti-pemerintah. Ribuan orang secara teratur turun ke jalan untuk menuntut penggulingan Perdana Menteri Nikol Pashinian atas penanganannya dalam konflik tersebut.

Ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota Armenia pada 14 Desember, meneriakkan "Nikol, pergi!" dan "Armenia tanpa Nikol!"(Baca juga: Demonstran Armenia Serbu Gedung Pemerintah, Desak PM Mundur )

Pashinian, yang merebut kekuasaan di tengah protes nasional pada 2018, mengatakan dia tidak berencana untuk mundur, bersikeras bahwa dia menandatangani kesepakatan karena dia bertanggung jawab untuk memastikan keamanan nasional dan menstabilkan bekas republik Soviet itu.

Politisi oposisi telah menyerukan pembentukan pemerintahan sementara yang baru hingga pemilihan awal dapat diadakan dalam beberapa bulan mendatang.

Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi etnis Armenia yang merupakan sebagian besar penduduk di kawasan itu menolak pemerintahan Azerbaijan.

Mereka telah mengatur urusan mereka sendiri, dengan dukungan dari Armenia, sejak pasukan Azerbaijan dan warga sipil Azeri diusir dari wilayah tersebut dan tujuh distrik yang berdekatan dalam perang yang berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1994.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Ali Ungkap Kondisi Mencekam...
Ali Ungkap Kondisi Mencekam di Teheran sebelum Dievakuasi ke Indonesia via Azerbaijan
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved