Viral, Tentara Azerbaijan Diduga Penggal Pria Tua Etnis Armenia

Kamis, 10 Desember 2020 - 00:48 WIB
loading...
Viral, Tentara Azerbaijan...
Video yang viral di media sosial menunjukkan tentara Azerbaijan diduga memenggal pria tua etnis Armenia di Nagorno-Karabakh. Foto/Twitter / Eagle @arden1953
A A A
YEREVAN - Sebuah video yang menunjukkan tentara Azerbaijan diduga memenggal pria tua etnis Armenia di Nagorno-Karabakh viral di media sosial. Jika terkonfirmasi, eksekusi warga sipil oleh militer tersebut bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Video dugaan eksekusi brutal itu ramai dibagikan para pengguna media sosial ketika Menteri Luar Negeri Armenia Ara Ayvazyan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Yerevan. Mengutip kantor berita Sputnik, Rabu (9/12/2020), pertemuan itu dimanfaatkan Ayvazyan untuk menuduh Azerbaijan sedang melakukan "pembersihan etnis" di Nagorno-Karabakh. (Baca: "Pesawat Kiamat" Dibobol Pencuri, Kremlin Anggap Situasi Darurat )

Dia juga memperingatkan bahwa ketentuan gencatan senjata saat ini mungkin tidak berlaku. "Dengan melancarkan agresi militer terhadap (provinsi yang)menentukan nasib sendiri, Azerbaijan dan Turki telah melanggar kewajiban internasional mereka. Azerbaijan juga telah melanggar kewajibannya dalam proses perdamaian," katanya.

Video dugaan eksekusi terhadap warga sipil di Nagorno-Karabakah ini, menurut pihak Armenia, hanyalah salah satu dari serangkaian kejahatan perang yang dilakukan selama konflik Nagorno-Karabakh baru-baru ini.

Dalam rekaman video yang tidak diautentikasi, dan telah dibagikan secara luas oleh pengguna media sosial, seorang pria tua yang dilaporkan sebagai etnis Armenia yang tinggal di Nagorno-Karabakh terlihat ditembaki oleh seorang pria berseragam tentara, sebelum dipenggal. (Baca juga: Seorang Wanita Arab Calonkan Diri sebagai Presiden Israel )

Pada bulan Oktober, video viral lainnya memicu kekhawatiran bahwa kejahatan perang dilakukan dalam konflik tersebut. Rekaman video saat itu menunjukkan dua pria Armenia ditangkap sebelum ditembak dengan tangan terikat di belakang punggung. Otoritas Armenia mengidentifikasi mereka bernama Benik Hakobyan, 73, dan Yuri Adamyan, 25.

Dewan Eropa, pengawas hukum teratas di benua itu, mengonfirmasi bahwa mereka akan memeriksa video tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, keesokan harinya, pejabat hukum tertinggi Azerbaijan mengumumkan bahwa penyelidikan atas video tersebut menyimpulkan bahwa video itu palsu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved