UE Nyatakan Siap Pasok Vaksin Covid-19 ke Gaza
Rabu, 09 Desember 2020 - 22:07 WIB
loading...
Delegasi Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa Brussels bekerja untuk mengirimkan vaksin ke daerah kantong yang terkepung itu begitu tersedia. Foto/Ist
A
A
A
GAZA - Delegasi Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa Brussels akan menyediakan peralatan medis yang diperlukan untuk tes Covid-19 di Jalur Gaza. Mereka juga mengatakan akan bekerja untuk mengirimkan vaksin ke daerah kantong Palestina yang terkepung itu begitu tersedia.
"Setelah vaksin tersedia, pertama kali akan diberikan kepada mereka yang bekerja di garis depan perawatan medis dan pasien lanjut usia," kata Sven Kuhn von Burgsdorff, perwakilan UE di Palestina, dalam konferensi pers di Gaza.( Baca juga: Satu Dekade Pendudukan Israel Buat Palestina Merugi hingga Rp270 Triliun )
"Kunjungan delegasi diplomatik UE ke Gaza bertujuan untuk mengkonfirmasi dukungan untuk perjuangan Palestina, mempromosikan pengejaran penuh stabilitas Palestina dan menganggap Gaza sebagai bagian integral dari Palestina," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (9/12/2020).
Burgsdorff kemudian mengungkapkan bahwa dia akan menandatangani perjanjian dengan Bank Investasi Eropa minggu depan untuk melaksanakan proyek desalinasi air laut di Jalur Gaza dengan biaya USD 1,2 miliar.
Sementara itu, sebelumnya Komite Tahanan Islam dan Pasukan Nasional Palestina dalam sebuah pesan kepada delegasi UE, mendesak mereka untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak dan keselamatan warga Palestina di penjara Israel. ( Baca juga: Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 97 Persen? Ini Kata Bio Farma )
Mereka meminta UE untuk membentuk komite internasional untuk memeriksa kejahatan Israel terhadap tahanan. "Ada sekitar 5.000 warga Palestina di penjara Israel, termasuk 38 wanita dan 170 anak-anak. 1.300 dari mereka sakit, termasuk 80 orang yang membutuhkan perhatian medis segera," ujarnya.
Komite kemudian mengatakan mengatakan bahwa sejak 1967, sekitar 226 tahanan Palestina telah tewas di penjara Israel, "Israel telah menolak untuk menyerahkan delapan jenazah tahanan Palestina," imbuhnya.
"Setelah vaksin tersedia, pertama kali akan diberikan kepada mereka yang bekerja di garis depan perawatan medis dan pasien lanjut usia," kata Sven Kuhn von Burgsdorff, perwakilan UE di Palestina, dalam konferensi pers di Gaza.( Baca juga: Satu Dekade Pendudukan Israel Buat Palestina Merugi hingga Rp270 Triliun )
"Kunjungan delegasi diplomatik UE ke Gaza bertujuan untuk mengkonfirmasi dukungan untuk perjuangan Palestina, mempromosikan pengejaran penuh stabilitas Palestina dan menganggap Gaza sebagai bagian integral dari Palestina," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (9/12/2020).
Burgsdorff kemudian mengungkapkan bahwa dia akan menandatangani perjanjian dengan Bank Investasi Eropa minggu depan untuk melaksanakan proyek desalinasi air laut di Jalur Gaza dengan biaya USD 1,2 miliar.
Sementara itu, sebelumnya Komite Tahanan Islam dan Pasukan Nasional Palestina dalam sebuah pesan kepada delegasi UE, mendesak mereka untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak dan keselamatan warga Palestina di penjara Israel. ( Baca juga: Efikasi Vaksin Covid-19 Sinovac Capai 97 Persen? Ini Kata Bio Farma )
Mereka meminta UE untuk membentuk komite internasional untuk memeriksa kejahatan Israel terhadap tahanan. "Ada sekitar 5.000 warga Palestina di penjara Israel, termasuk 38 wanita dan 170 anak-anak. 1.300 dari mereka sakit, termasuk 80 orang yang membutuhkan perhatian medis segera," ujarnya.
Komite kemudian mengatakan mengatakan bahwa sejak 1967, sekitar 226 tahanan Palestina telah tewas di penjara Israel, "Israel telah menolak untuk menyerahkan delapan jenazah tahanan Palestina," imbuhnya.
(esn)
Lihat Juga :