Hizbullah: Terdakwa Kasus Ledakan Beirut adalah Target Politik

Jum'at, 11 Desember 2020 - 18:03 WIB
loading...
Hizbullah: Terdakwa...
Lokasi bekas ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Kelompok Hizbullah menganggap dakwaan pada perdana menteri (PM) dan tiga mantan menteri terkait ledakan pelabuhan Beirut, Lebanon , sebagai "target politik".

Pernyataan dari kelompok bersenjata yang didukung Iran itu bagian dari penolakan yang lebih luas oleh beberapa pihak terhadap dakwaan yang diajukan Hakim Fadi Sawan pada Kamis.

Sikap Hizbullah juga menunjukkan gejolak politik dalam menghadapi penyelidikan kasus ledakan itu.

Sawan mendakwa Perdana Menteri sementara Hassan Diab, yang kabinetnya mundur setelah ledakan, dan tiga mantan menterinya. Mereka dianggap lalai atas ledakan Agustus yang menewaskan 200 orang dan menghancurkan sebagian besar kota Beirut. (Baca Juga: PM Lebanon Hassan Diab Jadi Terdakwa Ledakan Beirut)

Ledakan tersebut menjadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar yang pernah tercatat di dunia. Ledakan itu disebabkan amonium nitrat dalam jumlah besar yang disimpan secara tidak aman di pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun. (Lihat Infografis: Pertama dalam Sejarah AS, Kapal Induk Nuklir Dipimpin Perempuan)

Para pejabat telah diperingatkan pada Juli tentang amonium nitrat itu, termasuk Diab dan Presiden Michel Aoun. “Dalam peringatan itu dijelaskan bahan berbahaya itu dapat menimbulkan risiko keamanan besar,” ungkap dokumen yang dilihat Reuters. (Lihat Video: Akan Diperiksa, Kuasa Hukum: Kemungkinan Rizieq Belum Bisa Datang)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Lebanon Jadi Titik Krisis...
Lebanon Jadi Titik Krisis bagi Gencatan Senjata Perang Iran, Ini 4 Alasannya
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Legislator Perindo Minta Pemkab Sikka Cegah Pungli di Sekolah
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved