Inggris Mulai Terapkan Sistem Imigrasi Berbasis Poin

Kamis, 03 Desember 2020 - 21:09 WIB
loading...
A A A
"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, kami akan memiliki wewenang untuk memutuskan siapa yang dapat memasuki Inggris. Pendekatan baru ini juga akan memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi kami dengan mendorong fokus dan investasi pada populasi penduduk Inggris untuk membantu menciptakan ekonomi dengan upah yang tinggi, keterampilan yang tinggi, dan produktivitas yang tinggi," ungkapnya.

"Inggris terbuka untuk semua orang, dan kami berharap dapat menyambut pekerja Indonesia berketerampilan tinggi di Inggris, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman kerja berkelas dunia dan memperluas cakrawala bisnis mereka untuk masa depan yang lebih baik," papar Jenkins. ( Baca juga: Inggris-RI Gelar Lokakarya Keterampilan Digital dan Pembelajaran Jarak Jauh )

Kedubes Inggris menyebut aplikasi dibuat secara online, dan sebagai bagian dari prosesnya, para pelamar perlu memverifikasi identitas dan memberikan dokumen mereka. Setelah pelamar dari luar Inggris melengkapi aplikasi, biasanya mereka akan mendapatkan keputusan dalam waktu tiga minggu.

Mereka harus memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya pendaftaran, mulai dari £610 hingga £1.408 atau Rp. 11 juta hingga Rp. 20 juta , biaya perawatan kesehatan, biasanya £624 per tahun atau sekitar Rp. 12 juta, serta mampu menghidupi diri sendiri dan visa berlaku hingga lima tahun sebelum harus diperpanjang.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
AS Bombardir Fasilitas...
AS Bombardir Fasilitas Nuklir Iran di Bushehr
Rekomendasi
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved