Inggris Mulai Terapkan Sistem Imigrasi Berbasis Poin
Kamis, 03 Desember 2020 - 21:09 WIB
loading...
Inggris dilaporkan menerapkan sistem global baru yang memberikan poin untuk keterampilan, mendapatkan tawaran pekerjaan, dan kemampuan berbahasa Inggris. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Inggris dilaporkan menerapkan sistem global baru yang memberikan poin untuk keterampilan, mendapatkan tawaran pekerjaan, dan kemampuan berbahasa Inggris. Aplikasi untuk visa pekerja terampil telah dibuka pada 1 Desember, ini artinya mereka yang memiliki talenta terbaik dengan tingkat kecerdasan yang tinggi dari negara manapun dapat mendaftar untuk bekerja di Inggris mulai 1 Januari 2021.
Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Kamis (3/12/2020), pada sistem imigrasi berbasis poin, poin akan diberikan untuk tawaran pekerjaan pada tingkat keahlian yang sesuai, serta kemampuan berbahasa Inggris dengan gaji minimum. Visa pekerja terampil akan diberikan kepada mereka yang mendapatkan poin yang cukup.
Aturan imigrasi yang baru, jelasnya, akan memastikan para pengusaha dapat merekrut orang-orang yang berkualifikasi tinggi dari seluruh dunia untuk mendorong kemajuan ekonomi dan menjaga Inggris tetap berada di garis terdepan inovasi.
Hal ini akan turut mendorong para pengusaha untuk fokus pada pelatihan dan investasi untuk tenaga kerja Inggris, mendorong produktivitas dan meningkatkan peluang bagi individu, terutama mereka yang terkena dampak virus Corona.
"Pemerintah berjanji untuk mengakhiri pergerakan bebas, untuk mengambil kendali atas perbatasan kami kembali dan untuk memperkenalkan sistem imigrasi berbasis poin yang baru. Hari ini, kami telah memenuhi janji itu," ucap Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel. ( Baca juga: Pandemi, Imigrasi Batam Tetap Awasi Perlintasan WNA )
"Sistem yang sederhana, efektif, dan fleksibel ini akan memastikan pemberi kerja dapat merekrut pekerja terampil yang mereka butuhkan, sekaligus mendorong pemberi kerja untuk melatih dan berinvestasi pada tenaga kerja Inggris. Kami juga membuka rute bagi mereka yang memiliki bakat luar biasa atau menunjukkan kapabilitas luar biasa di bidang teknik, sains, teknologi, atau budaya," sambungnya.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins mengatakan sistem ini mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa Inggris terbuka untuk bisnis. Dia menuturkan, Inggris ingin talenta terbaik dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk berkontribusi pada ekonomi dan masyarakat, serta membantu memajukan Inggris, terlepas dari negara mana mereka berasal.
"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, kami akan memiliki wewenang untuk memutuskan siapa yang dapat memasuki Inggris. Pendekatan baru ini juga akan memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi kami dengan mendorong fokus dan investasi pada populasi penduduk Inggris untuk membantu menciptakan ekonomi dengan upah yang tinggi, keterampilan yang tinggi, dan produktivitas yang tinggi," ungkapnya.
"Inggris terbuka untuk semua orang, dan kami berharap dapat menyambut pekerja Indonesia berketerampilan tinggi di Inggris, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman kerja berkelas dunia dan memperluas cakrawala bisnis mereka untuk masa depan yang lebih baik," papar Jenkins. ( Baca juga: Inggris-RI Gelar Lokakarya Keterampilan Digital dan Pembelajaran Jarak Jauh )
Kedubes Inggris menyebut aplikasi dibuat secara online, dan sebagai bagian dari prosesnya, para pelamar perlu memverifikasi identitas dan memberikan dokumen mereka. Setelah pelamar dari luar Inggris melengkapi aplikasi, biasanya mereka akan mendapatkan keputusan dalam waktu tiga minggu.
Mereka harus memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya pendaftaran, mulai dari £610 hingga £1.408 atau Rp. 11 juta hingga Rp. 20 juta , biaya perawatan kesehatan, biasanya £624 per tahun atau sekitar Rp. 12 juta, serta mampu menghidupi diri sendiri dan visa berlaku hingga lima tahun sebelum harus diperpanjang.
Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Kamis (3/12/2020), pada sistem imigrasi berbasis poin, poin akan diberikan untuk tawaran pekerjaan pada tingkat keahlian yang sesuai, serta kemampuan berbahasa Inggris dengan gaji minimum. Visa pekerja terampil akan diberikan kepada mereka yang mendapatkan poin yang cukup.
Aturan imigrasi yang baru, jelasnya, akan memastikan para pengusaha dapat merekrut orang-orang yang berkualifikasi tinggi dari seluruh dunia untuk mendorong kemajuan ekonomi dan menjaga Inggris tetap berada di garis terdepan inovasi.
Hal ini akan turut mendorong para pengusaha untuk fokus pada pelatihan dan investasi untuk tenaga kerja Inggris, mendorong produktivitas dan meningkatkan peluang bagi individu, terutama mereka yang terkena dampak virus Corona.
"Pemerintah berjanji untuk mengakhiri pergerakan bebas, untuk mengambil kendali atas perbatasan kami kembali dan untuk memperkenalkan sistem imigrasi berbasis poin yang baru. Hari ini, kami telah memenuhi janji itu," ucap Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel. ( Baca juga: Pandemi, Imigrasi Batam Tetap Awasi Perlintasan WNA )
"Sistem yang sederhana, efektif, dan fleksibel ini akan memastikan pemberi kerja dapat merekrut pekerja terampil yang mereka butuhkan, sekaligus mendorong pemberi kerja untuk melatih dan berinvestasi pada tenaga kerja Inggris. Kami juga membuka rute bagi mereka yang memiliki bakat luar biasa atau menunjukkan kapabilitas luar biasa di bidang teknik, sains, teknologi, atau budaya," sambungnya.
Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins mengatakan sistem ini mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa Inggris terbuka untuk bisnis. Dia menuturkan, Inggris ingin talenta terbaik dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk berkontribusi pada ekonomi dan masyarakat, serta membantu memajukan Inggris, terlepas dari negara mana mereka berasal.
"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, kami akan memiliki wewenang untuk memutuskan siapa yang dapat memasuki Inggris. Pendekatan baru ini juga akan memainkan peran penting dalam pemulihan ekonomi kami dengan mendorong fokus dan investasi pada populasi penduduk Inggris untuk membantu menciptakan ekonomi dengan upah yang tinggi, keterampilan yang tinggi, dan produktivitas yang tinggi," ungkapnya.
"Inggris terbuka untuk semua orang, dan kami berharap dapat menyambut pekerja Indonesia berketerampilan tinggi di Inggris, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman kerja berkelas dunia dan memperluas cakrawala bisnis mereka untuk masa depan yang lebih baik," papar Jenkins. ( Baca juga: Inggris-RI Gelar Lokakarya Keterampilan Digital dan Pembelajaran Jarak Jauh )
Kedubes Inggris menyebut aplikasi dibuat secara online, dan sebagai bagian dari prosesnya, para pelamar perlu memverifikasi identitas dan memberikan dokumen mereka. Setelah pelamar dari luar Inggris melengkapi aplikasi, biasanya mereka akan mendapatkan keputusan dalam waktu tiga minggu.
Mereka harus memiliki uang yang cukup untuk membayar biaya pendaftaran, mulai dari £610 hingga £1.408 atau Rp. 11 juta hingga Rp. 20 juta , biaya perawatan kesehatan, biasanya £624 per tahun atau sekitar Rp. 12 juta, serta mampu menghidupi diri sendiri dan visa berlaku hingga lima tahun sebelum harus diperpanjang.
(esn)
Lihat Juga :