Diikat dan Digorok, Boko Haram Bantai 110 Petani Nigeria di Sawah
Rabu, 02 Desember 2020 - 00:37 WIB
loading...
A
A
A
"Jika mereka pergi ke tanah pertanian mereka, mereka berisiko dibunuh oleh pemberontak," imbuhnya.
Kesedihan melonjak di negara bagian Borno Nigeria, yang telah bergulat dengan pemberontakan tanpa henti selama lebih dari satu dekade. Warga telah lama mengecam para pemimpin di Ibu Kota, Abuja, karena gagal melindungi mereka.
Boko Haram telah menewaskan lebih dari 30.000 orang sejak 2009 dan terus melakukan serangan rutin di seluruh Borno. Jutaan orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka. Kekerasan bahkan tidak berhenti setelah Buhari menyatakan kelompok itu secara teknis dikalahkan.(Baca juga: Teroris Boko Haram Gunakan Keledai Diikat Bom untuk Sergap Gubernur )
Sebuah cabang, Negara Islam di Afrika Barat, telah menyebar, menyerang pos-pos militer dan mengumpulkan pajak dari penduduk desa yang ingin mereka kuasai.
Kedua kelompok ingin memerintah Nigeria dengan hukum Islam versi ekstrim. Mereka telah mengusir banyak pekerja bantuan dan pembantu federal keluar dari pelosok negara yang paling terpencil, meninggalkan penduduk dengan sedikit jalan keluar.
Aksi pembantaian terhadap petani ini bukan yang pertama kali. Militan Boko Haram diduga membunuh 22 petani yang bekerja di ladang irigasi dalam dua serangan terpisah pada bulan Oktober di Borno. Serangan bulan Juni di dekat desa Gubio menewaskan 81 orang. Sebagian besar adalah orang dewasa muda yang keluar mengambil air untuk melawan pandemi virus Corona.
Bantuan sering datang terlambat, kata warga saat itu.
Kesedihan melonjak di negara bagian Borno Nigeria, yang telah bergulat dengan pemberontakan tanpa henti selama lebih dari satu dekade. Warga telah lama mengecam para pemimpin di Ibu Kota, Abuja, karena gagal melindungi mereka.
Boko Haram telah menewaskan lebih dari 30.000 orang sejak 2009 dan terus melakukan serangan rutin di seluruh Borno. Jutaan orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka. Kekerasan bahkan tidak berhenti setelah Buhari menyatakan kelompok itu secara teknis dikalahkan.(Baca juga: Teroris Boko Haram Gunakan Keledai Diikat Bom untuk Sergap Gubernur )
Sebuah cabang, Negara Islam di Afrika Barat, telah menyebar, menyerang pos-pos militer dan mengumpulkan pajak dari penduduk desa yang ingin mereka kuasai.
Kedua kelompok ingin memerintah Nigeria dengan hukum Islam versi ekstrim. Mereka telah mengusir banyak pekerja bantuan dan pembantu federal keluar dari pelosok negara yang paling terpencil, meninggalkan penduduk dengan sedikit jalan keluar.
Aksi pembantaian terhadap petani ini bukan yang pertama kali. Militan Boko Haram diduga membunuh 22 petani yang bekerja di ladang irigasi dalam dua serangan terpisah pada bulan Oktober di Borno. Serangan bulan Juni di dekat desa Gubio menewaskan 81 orang. Sebagian besar adalah orang dewasa muda yang keluar mengambil air untuk melawan pandemi virus Corona.
Bantuan sering datang terlambat, kata warga saat itu.
(ber)
Lihat Juga :