Demonstran Tuntut Raja Thailand Serahkan Kekayaan Senilai Rp423 Triliun

Kamis, 26 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
Demonstran Tuntut Raja...
Para demonstran anti-pemerintah di Thailand menuntut pembatasan kekuasaan raja. Foto/REUTERS
A A A
BANGKOK - Ribuan demonstran Thailand menuntut Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) untuk menyerahkan kendali atas kekayaan kerajaan senilai USD30 miliar (lebih dari Rp423 triliun). Tuntutan ini muncul dalam demo terbaru anti-pemerintah yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Para pengunjuk rasa telah melanggar tabu lama dengan mengkritik raja. Polisi bertindak dengan memeriksa para pemimpin protes paling terkenal sejak Selasa atas tuduhan menghina monarki, yang bisa berujug pada hukuman penjara hingga 15 tahun.

Para demonstran berkumpul di luar markas Siam Commercial Bank (SCB), bank terbesar di Thailand, di mana 23 persen saham raja senilai lebih dari USD2,3 miliar menjadikannya pemegang saham terbesar. (Baca: Foto-foto Intim Selir Raja Thailand Sineenat Wongvajirpakdi Bocor )

“Rakyat menuntut kembali aset nasional dari raja,” bunyi salah satu spanduk protes, seperti dikutip Reuters, Kamis (26/11/2020).

Polisi menyebutkan jumlah pengunjuk rasa lebih dari 8.000 orang.

Demonstrasi sebagian besar berlangsung damai, tetapi beberapa benturan terdengar ketika protes hari Rabu dibubarkan dan petugas medis mengatakan seorang pria telah ditembak. Seorang petugas polisi mengatakan ada bentrokan antara kelompok siswa kejuruan yang bersaing.

Protes pada Rabu kemarin beralih ke markas SCB setelah polisi membangun barikade pengepungan kontainer pengiriman dan kawat silet di sekitar Biro Properti Mahkota, yang mengelola aset kerajaan dan tempat unjuk rasa awalnya direncanakan. (Baca juga: Hidup Enak Raja Thailand: Nikah 4 Kali, 20 Selir dan Harta Rp490 Triliun )

Parit Chiwarak, di antara para pemimpin demonstrasi yang menghadapi tuduhan penghinaan kerajaan, mengatakan; "Jutaan keluarga sedang berjuang, jadi bagaimana kita bisa memberikan uang pembayar pajak kita kepada hanya satu keluarga untuk dibelanjakan secara mewah?"

Nilai total kepemilikan kerajaan tidak dipublikasikan, tetapi laporan media-media internasional memperkirakan lebih dari USD30 miliar.

Para pengunjuk rasa berusaha membuat raja lebih bertanggung jawab di bawah konstitusi serta membalikkan perubahan yang memberinya kendali pribadi atas beberapa unit tentara dan kekayaan kerajaan.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Gempa Myanmar-Thailand Melebihi 1.600 Orang
USGS Prediksi Jumlah...
USGS Prediksi Jumlah Korban Tewas akibat Gempa Myanmar Lebih dari 10.000 Jiwa
Operasi Penyelamatan...
Operasi Penyelamatan Korban Gempa di Bangkok Berlanjut hingga Sabtu Pagi
Gempa 7,7 Skala Richter...
Gempa 7,7 Skala Richter Guncang Myanmar, Ini 3 Fakta tentang Sesar Sagaing
Korban Gempa Myanmar...
Korban Gempa Myanmar Bertambah, 144 Orang Tewas dan 730 Terluka
Gedung 30 Lantai Roboh...
Gedung 30 Lantai Roboh Akibat Gempa di Bangkok, Pekerja Ungkap Cerita Mengerikan Lolos dari Maut
Gempa Besar 7,7 SR,...
Gempa Besar 7,7 SR, Gedung Pencakar Langit di Bangkok Roboh
Israel Perluas Operasi...
Israel Perluas Operasi Militer di Gaza, Usir Paksa Warga Palestina
PM Australia Albanese...
PM Australia Albanese Jatuh di Panggung saat Kampanye
Rekomendasi
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Cara Mengecek Jalan...
Cara Mengecek Jalan Macet atau Tidak Melalui Google Maps, Mudah dan Praktis
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Berita Terkini
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
1 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
1 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
2 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
3 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
4 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
Unit Khusus Israel Menjarah...
Unit Khusus Israel Menjarah Emas Senilai Rp414 Miliar
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved