China dan Rusia Masih Belum Beri Ucapan Selamat pada Biden, Ada Apa?

Selasa, 10 November 2020 - 09:34 WIB
loading...
China dan Rusia Masih...
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China dan Rusia masih belum memberi selamat pada Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden hingga saat ini.

Beijing hanya menyatakan mengikuti kebiasaan dalam memberikan tanggapan. Adapun Kremlin menyebut sikap petahana Donald Trump untuk mengajukan gugatan hukum atas hasil pemilu presiden AS.

Biden merebut cukup negara bagian untuk memenangkan kursi kepresidenan pada Sabtu dan telah mulai membuat rencana ketika dia menjabat pada 20 Januari mendatang.



Trump belum mau mengakui kekalahan dan merencakan penggalangan dukungan untuk gugatan hukum. (Baca Juga: Bisakah Jadi Presiden Hebat?)

Beberapa aliansi terbesar dan terdekat Amerika Serikat di Eropa, Timur Tengah, dan Asia dengan cepat memberi selamat kepada Biden selama akhir pekan meskipun Trump menolak untuk menyerah. Ucapan selamat pada Biden telah mengalir dari aliansi Trump, termasuk Israel dan Arab Saudi. (Lihat Infografis: Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden)

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Senin menyeru Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat untuk bekerja "berdampingan". Merkel memuji Biden sebagai pemimpin berpengalaman yang mengenal Jerman dan Eropa dengan baik serta menekankan nilai dan kepentingan bersama aliansi NATO. (Lihat Video: Jelang Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air)

Namun Beijing dan Moskow memilih sikap berhati-hati.

“Kami memperhatikan bahwa Biden telah menyatakan kemenangan pemilu,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin saat konferensi pers harian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Krisis Global Jadi Topik...
Krisis Global Jadi Topik Hangat Simulasi Sidang PBB di Bangkok, Delegasi Indonesia Mendominasi
Rekomendasi
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved