Dunia Berharap Besar kepada Biden

Senin, 09 November 2020 - 09:19 WIB
loading...
Dunia Berharap Besar...
Warga Hong Kong menyaksikan pidato kemenangan Joe Biden melalui layar televisi. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Dunia memiliki harapan besar kepada kepemimpinan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden . Negara di berbagai belahan dunia berharap melihat upaya besar untuk memperbarui kepemimpinan AS dan memperbaiki aliansi, serta memperluas aliansinya.

Dunia Berharap Besar kepada Biden


Itu seiring dengan upaya Biden untuk mengakhiri isolasi yang dilakukan Presiden Donald Trump dan pendekatan destruktif dalam hubungan global. Namun, pemerintahan Biden perlu memperbaiki kepemimpinan AS membutuhkan modal politik dan ekonomi untuk memperkuat peranan global. (Baca: Pentingnya Tafakuri Diri)

Biden juga tidak akan mendukung Perang Dingin dalam menempatkan AS pada peranan global. Dia akan mendorong bagaimana AS memimpin dalam bidang teknologi dan investasi. Biden akan memperkuat koordinasi dengan para mitranya dalam investasi dan teknologi untuk mampu melawan musuh-musuhnya.

Dalam melawan China, Biden berjanji akan bekerja sama lebih erat dengan aliansinya untuk menghadapi China dalam isu perdagangan dan geopolitik. Biden sepertinya tidak akan menghadapi China dengan penerapan tarif dagang pada baja dan alumunium.

“Saya mengatakan bahwa jika kamu melihat lebih dekat, kamu mungkin tidak mampu menceritakan perbedaan antara agenda dagang Biden dan Trump,” kata Nasim Fussell, mantan politikus Republik di Komite Keuangan Senat AS, dilansir Reuters. “Biden tidak akan mencabut kenaikan tarif dagang itu,” ujarnya.

Biden yang mendapatkan dukungan luas dari serikat pekerja akan tetap mempertahankan perlindungan bagi industri yang rentan seperti baja dan alumunium. Fokus ekonomi Biden adalah menghidupkan ekonomi yang dihantam pandemi virus korona. Dia juga akan memberikan stimulus dan pembangunan infrastruktur.

Para penasihat Biden mengatakan Biden akan mengakhiri perang dagang buatan dengan Eropa. Dia juga akan berkonsultasi dengan aliansinya mengenai tarif dagang AS kepada produk China. Itu sebagai upaya untuk menurunkan ketegangan dengan Beijing. (Baca juga: Sosialisasi Minim, Banyak Sekolah Tak Tahu Penyederhanaan Kurikulum)

Sama seperti Trump ataupun pemerintahan Barack Obama, Biden juga akan menuntut konsensi dari China. China diminta menghentikan subsidi kepada perusahaan milik negara, mengakhiri kebijakan perusahaan AS untuk transfer teknologi bagi mitranya di China, dan membuka pasar layanan digital bagi perusahaan AS. “Siapa pun presidennya akan memiliki agenda tersebut meskipun akan sulit diwujudkan,” kata Jamieson Greer, mantan kepala staf kantor perwakilan dagang AS di China.

Namun demikian, Wendy Cutler, Wakil Presiden Asia Society Policy Institute, menilai pemerintahan Biden relatif mudah diprediksi dalam perdagangan. “Para penasihat politik Biden akan mengimplementasikan apa yang mereka pelajari dari tweet Trump sebelumnya,” ujarnya. Biden juga tidak akan menghidupkan kembali kemitraan Trans-Pasifik yang dulu dinegosiasikan pemerintahan Obama dan diabaikan Trump pada 2017.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
10 Kapolda Belum Genap...
10 Kapolda Belum Genap Sebulan Duduki Jabatannya, 2 di Antaranya Irjen Polisi Berpengalaman
Berkedok Pengobatan,...
Berkedok Pengobatan, Guru Silat Asal Wonogiri Cabuli 7 Muridnya
Berita Terkini
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
34 menit yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
1 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
3 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
4 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
5 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
6 jam yang lalu
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved