Dunia Berharap Besar kepada Biden

Senin, 09 November 2020 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Kemudian, Palestina selalu tersingkirkan dalam kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump. Dengan kemenangan Joe Biden, rakyat Palestina pun bisa jadi berharap ada perhatian. Namun, mereka tidak mau berharap berlebihan.

Belum ada responden dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas setelah Biden dideklarasikan menang oleh sebagian besar jaringan televisi AS. Selama tiga tahun lebih, Abbas sudah memutuskan kontak politik dengan AS. Dia menuding Trump terlalu pro-Israel. (Baca juga: Biden Manfaatkan Aliansi untuk Hadapi China)

“Kita tidak menginginkan transformasi yang penuh keajaiban,” kata Hanan Ashrawi, anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dilansir Reuters. “Kita hanya memperkirakan kebijakan destruktif Trump akan berhenti,” paparnya.

Ashrawi menegaskan, AS seharusnya bisa berhubungan dengan Palestina dengan basis legalitas, kesetaraan, dan keadilan. “AS nantinya tidak hanya merespons kepentingan khusus para pelobi pro-Israel,” katanya.

Di Ramallah, Tepi Barat, seorang warga Palestina, Imad Haj Muhammad, menginginkan Trump untuk lengser. Dia mengaku tetap hati-hati dengan pemerintahan Biden mendatang. “Kita berharap pemerintahan AS mengubah kebijakan terhadap rakyat Palestina. Jangan mendukung pendudukan,” pesannya.

Kebijakan parah Trump terhadap Palestina adalah pemotongan bantuan, tidak mendanai lembaga PBB yang membantu pengungsi Palestina, dan penutupan misi diplomatik Palestina di Washington. Trump juga merilis cetak biru Timur Tengah yang mengakui kedaulatan Israel atas sebagian Tepi Barat.

Biden sebelumnya berjanji akan menghidupkan kembali pendanaan bagi Tepi Barat dan Gaza. Dia juga akan meminta penghentian pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. Namun, dia tidak akan memindahkan kembali kedutaan besar AS dari Yerusalem ke Tel Aviv. (Lihat videonya: Viral Video Jalan Rusak di Lebak)

Hani al-Masri, analis politik Palestina, memang sangat sulit bagi Palestina untuk melanjutkan boikot mereka terhadap AS meskipun Biden tetap moderat. “Kebijakan Biden mungkin akan menjangkau Palestina. Tapi, dia tidak akan berkonflik dengan kekuatan pemerintahan sayap kanan di Israel,” kata al-Masri. Dia memprediksi Biden tidak akan menekan Israel. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved