Satpam Tembak Mati Manajer Bank atas Tuduhan Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 05 November 2020 - 15:48 WIB
loading...
Satpam Tembak Mati Manajer...
Satpam menembak mati manajer bank di Pakistan atas tuduhan menghina Nabi Muhammad. Foto/Ilustrasi SINDOnews.com
A A A
QUAIDABAD - Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) sebuah bank di Quaidabad, Pakistan, menembak mati manajer bank setempat. Pelaku menuduh korban melontarkan ucapan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW .

Korban sempat dibawa ke Services Hospital di Lahore dan dinyatakan meninggal di sana.

Ahmad Nawaz, mantan tentara yang menjadi satpam Bank Nasional Pakistan cabang Quaidabad, melepaskan tembakan ke manajer bank; Malik Muhammad Imran Hanif sekitar pukul 08.45 pada hari Rabu. Menurut pelaku, korban telah mengucapkan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW. (Baca: Viral Video TV China Tampilkan Gambar Nabi Muhammad, Begini Faktanya )

Pelaku kemudian menyerahkan dirinya kepada polisi dan mengaku melepaskan tembakan terhadap korban. Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit THQ Quaidabad dalam kondisi kritis, namun dirujuk ke Services Hospital di Lahore di mana dia meninggal.

Para ulama lokal berkumpul di sekitar bank. Mereka mengumumkan dukungan habis-habisan untuk Nawaz, yang saat ini berada dalam tahanan polisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved