Militer Afghanistan Sumpah Balas Pakistan atas Serangan Mematikan
Kamis, 26 Desember 2024 - 18:45 WIB
loading...
Para pemimpin Taliban melakukan kunjungan ke Rusia. Foto/anadolu
A
A
A
KABUL - Militer Afghanistan bersumpah membalas serangan udara mematikan yang tampaknya dilakukan Pakistan pekan ini setelah serangan pemberontak di wilayahnya.
“Serangan udara di provinsi perbatasan Paktika pada hari Selasa (24/12/2024) telah menewaskan 46 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak,” ungkap juru bicara pemerintah Taliban di Kabul.
Empat lokasi di distrik Barmal menjadi sasaran, Hamdullah Fitrat mengatakan kepada media pada hari Rabu.
Islamabad tidak akan segera mengomentari klaim tersebut. Pada hari Selasa, The Associated Press (AP) mengutip sumber anonim di militer Pakistan yang mengonfirmasi serangan terhadap beberapa tempat persembunyian Taliban Pakistan (TTP) di daerah pegunungan Paktika.
Sumber Reuters juga mengidentifikasi target tersebut sebagai kelompok pejuang Islam, yang terpisah dari Taliban Afghanistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan telah mengklaim korban serangan tersebut adalah pengungsi dari daerah Waziristan di Pakistan.
Pernyataan tersebut menyebut insiden tersebut sebagai "tindakan biadab" dan "agresi yang jelas" dan mengatakan Kabul "tidak akan membiarkan tindakan pengecut ini tidak ditanggapi."
“Serangan udara di provinsi perbatasan Paktika pada hari Selasa (24/12/2024) telah menewaskan 46 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak,” ungkap juru bicara pemerintah Taliban di Kabul.
Empat lokasi di distrik Barmal menjadi sasaran, Hamdullah Fitrat mengatakan kepada media pada hari Rabu.
Islamabad tidak akan segera mengomentari klaim tersebut. Pada hari Selasa, The Associated Press (AP) mengutip sumber anonim di militer Pakistan yang mengonfirmasi serangan terhadap beberapa tempat persembunyian Taliban Pakistan (TTP) di daerah pegunungan Paktika.
Sumber Reuters juga mengidentifikasi target tersebut sebagai kelompok pejuang Islam, yang terpisah dari Taliban Afghanistan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan telah mengklaim korban serangan tersebut adalah pengungsi dari daerah Waziristan di Pakistan.
Pernyataan tersebut menyebut insiden tersebut sebagai "tindakan biadab" dan "agresi yang jelas" dan mengatakan Kabul "tidak akan membiarkan tindakan pengecut ini tidak ditanggapi."
Lihat Juga :