Prancis Peringatkan Warganya: Awas Gelombang Kemarahan Kartun Nabi

Selasa, 27 Oktober 2020 - 16:44 WIB
loading...
Prancis Peringatkan...
Prancis memperingatkan warga atas gelombang kemarahan terkait kartu Nabi Muhammad. Foto/Ilustrasi
A A A
PARIS - Prancis mengeluarkan peringatan bagi warganya yang tinggal atau bepergian di beberapa negara mayoritas Muslim. Mereka dimintabersikap ekstra waspada atas gelombang kemarahan atas kartun Nabi Muhammad di sebuah sekolah.

Situs web kementerian luar negeri Prancis pada hari Selasa (27/10/2020) memuat nasihat keamanan baru kepada warga negara di Indonesia, Bangladesh, Irak dan Mauritania yang menyarankan mereka untuk berhati-hati.

Selain itu, Kedutaan Besar Prancis di Turki mengeluarkan nasehat serupa kepada warganya di sana. Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap pemerintah Prancis.(Baca juga: Setelah Sebut Butuh Perawatan Mental, Erdogan Kini Sebut Macron 'Tersesat' )

Peringatan itu mengatakan warga Prancis harus menjauh dari aksi protes apa pun terkait kartun Nabi Muhammad dan menghindari pertemuan publik.

“Dalam konteks ini, disarankan untuk melakukan kewaspadaan tinggi, terutama saat bepergian, dan di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan atau komunitas ekspatriat,” bunyi peringatan tersebut seperti dilansir dari Reuters.

Pejabat Prancis menegaskan hak mereka untuk menampilkan kartun sebagai tindakan pembangkangan setelah seorang siswa berusia 18 tahun asal Chechnya memenggal kepala seorang guru sekolah menengah karena menunjukkan gambar tersebut kepada murid-muridnya sebagai bagian dari pelajaran kewarganegaraan.

Karikatur itu dianggap menghujat umat Islam, dan di sejumlah negara Muslim, telah terjadi serangan retorik terhadap para pemimpin Prancis yang menuduh mereka anti-Islam dan menyerukan boikot produk Prancis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved