Armenia: Perang Nagorno Karabakh Hanya Bisa Diselesaikan dengan Cara Damai

loading...
Armenia: Perang Nagorno Karabakh Hanya Bisa Diselesaikan dengan Cara Damai
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A+ A-
YEREVAN - Perang di Nagorno Karabakh hanya dapat diselesaikan dengan cara damai lewat bantuan OSCE Minsk Group. Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Armenia dalam sebuah pernyataan.

"Secara konsisten mengejar posisi untuk mengecualikan penyelesaian konflik militer, kami sekali lagi menekankan bahwa konflik Nagorno-Karabakh dapat diselesaikan secara eksklusif dengan cara-cara damai, dalam kerangka Ketua Bersama OSCE Minsk Group, yang memegang mandat internasional," bunyi pernyataan itu seperti dikutip dari TASS, Kamis (22/10/2020).

Sebelumnya Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan menyeru warganya berjuang di garis depan di Nagorno-Karabakh atau Karabakh Atas.

"Tak ada Armenia tanpa Artsakh (Karabakh Atas) dan juga, melindungi hak rakyat Artsakh berarti melindungi hak rakyat Armenia,” papar Nikol Pashinyan di Twitter dalam bahasa Inggris.



Dia menambahkan, "Dan hari ini, ini berarti mengangkat senjata dan memperjuangkan hak-hak ini."

Sedangkan Azerbaijan menembak jatuh satu drone Armenia. Hal itu diumumkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan.

“Pada 21 Oktober, sekitar pukul 12.00 malam waktu lokal, drone lain milik Pasukan Bersenjata Armenia dihancurkan oleh Unit Pertahanan Udara di atas kota Horadiz,” papar pernyataan Kemhan Azerbaijan.



Pasukan juga telah menghancurkan dua drone Armenia pada Selasa lalu, satu di atas kota terbesar kedua di Azerbaijan, Ganja dan yang lainnya di atas wilayah Goranboy, menurut Kementerian tersebut.

Bentrokan baru antara Azerbaijan dan Armenia meletus pada 27 September, dengan pertempuran sengit berkecamuk di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Daerah itu mengalami maraknya kekerasan pada musim panas 2014, April 2016, dan Juli lalu. Azerbaijan dan Armenia telah memberlakukan darurat militer dan melancarkan upaya mobilisasi. Kedua pihak yang terlibat konflik telah melaporkan adanya korban, di antaranya adalah warga sipil.(Baca juga: Azerbaijan Bebaskan Lagi 13 Desa yang Diduduki Armenia)

Moskow menjadi perantara gencatan senjata kemanusiaan yang mulai berlaku pada pukul 12 siang waktu setempat pada 10 Oktober tetapi dilanggar. Belakangan, Kementerian Luar Negeri Armenia dan Azerbaijan mengumumkan rencana untuk mengumumkan gencatan senjata lagi pada tengah malam tanggal 18 Oktober, tetapi permusuhan terus berlanjut dan pihak yang bertikai terus saling menyalahkan karena melanggar gencatan senjata.(Baca juga:Baru Disepakati, Armenia Sudah Tuding Azerbaijan Langgar Gencatan Senjata)

Baku dan Yerevan telah memperdebatkan kedaulatan atas Nagorno-Karabakh sejak Februari 1988, ketika wilayah tersebut menyatakan pemisahan diri dari Republik Sosialis Soviet Azerbaijan. Dalam konflik bersenjata 1992-1994 Azerbaijan kehilangan kendali atas Nagorno-Karabakh dan tujuh distrik yang bersebelahan.(Lihat video: Viral, Video Warga Antar Jenazah Seberangi Sungai di Ponorogo)
(ber)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top