Azerbaijan Bebaskan Lagi 13 Desa yang Diduduki Armenia
Selasa, 20 Oktober 2020 - 23:01 WIB
loading...
Azerbaijan menggunakan howitzer menembakkan artileri ke Armenia pada 28 September 2020. Foto/Anadolu
A
A
A
BAKU - Militer Azerbaijan telah membebaskan 13 desa di distrik Jabrayil dari pendudukan Armenia . Pencapaian itu diungkapkan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.
Aliyev mengumumkan di akun resmi Twitternya bahwa 13 desa mendapat kebebasan dengan bantuan tentara Azerbaijan. “Desa-desa Soltanli, Emirvarli, Mashanli, Hasanli, Alikeykhanli, Gumlag, Hajili, Goyerchinveysalli, Niyazguzlar, Kechel Memmedli, Shahvelli, Haji Ismayilli dan Isagli di distrik Jabrayil telah dibebaskan. Karabakh adalah Azerbaijan!” papar Aliyev.
“Ada yang tewas dan terluka akibat tindakan keji tersebut. Tentara Azerbaijan membalas dengan tepat dan membebaskan beberapa permukiman,” tuturnya.
Aliyev menjelaskan, pasukan Armenia secara terang-terangan melanggar gencatan senjata kemanusiaan dengan menggunakan artileri berat yang menargetkan daerah pemukiman dan posisi tempur di Azerbaijan.
Di sisi lain, Armenia dan Azerbaijan pada Minggu menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata baru untuk memperebutkan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, beberapa jam setelah gencatan senjata disepakati. (Baca Juga: Sekjen PBB Desak Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata)
Aliyev mengumumkan di akun resmi Twitternya bahwa 13 desa mendapat kebebasan dengan bantuan tentara Azerbaijan. “Desa-desa Soltanli, Emirvarli, Mashanli, Hasanli, Alikeykhanli, Gumlag, Hajili, Goyerchinveysalli, Niyazguzlar, Kechel Memmedli, Shahvelli, Haji Ismayilli dan Isagli di distrik Jabrayil telah dibebaskan. Karabakh adalah Azerbaijan!” papar Aliyev.
“Ada yang tewas dan terluka akibat tindakan keji tersebut. Tentara Azerbaijan membalas dengan tepat dan membebaskan beberapa permukiman,” tuturnya.
Aliyev menjelaskan, pasukan Armenia secara terang-terangan melanggar gencatan senjata kemanusiaan dengan menggunakan artileri berat yang menargetkan daerah pemukiman dan posisi tempur di Azerbaijan.
Di sisi lain, Armenia dan Azerbaijan pada Minggu menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata baru untuk memperebutkan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, beberapa jam setelah gencatan senjata disepakati. (Baca Juga: Sekjen PBB Desak Armenia dan Azerbaijan Hormati Gencatan Senjata)
Lihat Juga :