Penampakan Kapal Bantuan Gaza yang Dirudal Drone Israel Lalu Diselamatkan Malta
Jum'at, 02 Mei 2025 - 22:01 WIB
loading...
Kapal Gaza Freedom Flotilla (Armada Kebebasan Gaza) rusak setelah diserang drone Israel pada 1 Mei 2025. Foto/Freedom Flotilla
A
A
A
VALLETTA - Satu kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza dengan 16 orang di dalamnya yang lumpuh akibat serangan pesawat nirawak diselamatkan oleh pasukan Malta.
Mengutip pernyataan pemerintah, penyiar publik TVM mengumumkan satu kapal tunda dengan peralatan pemadam kebakaran memberikan bantuan kepada kapal Freedom Flotilla setelah kapal itu membuat panggilan darurat SOS.
“Serangan pesawat nirawak itu telah membuat kapal itu tanpa daya dan membuatnya berisiko besar tenggelam," ungkap pernyataan Freedom Flotilla Coalition.
“Satu kapal patroli Angkatan Bersenjata Malta juga dikirim ke tempat kejadian setelah ada permintaan dari kapal tunda itu,” ungkap pemerintah Malta.
"Sekitar pukul 2.13 pagi (0013GMT) dipastikan semua orang di dalamnya selamat, tetapi semuanya menolak meninggalkan kapal," ungkap pemerintah Malta, seraya menambahkan situasi telah terkendali pada pukul 3.45 pagi (0145GMT).
“Kapal yang disebut Conscience itu masih berada di perairan internasional dan sedang dipantau oleh pihak berwenang,” ungkap pemerintah Malta.
Mengutip pernyataan pemerintah, penyiar publik TVM mengumumkan satu kapal tunda dengan peralatan pemadam kebakaran memberikan bantuan kepada kapal Freedom Flotilla setelah kapal itu membuat panggilan darurat SOS.
“Serangan pesawat nirawak itu telah membuat kapal itu tanpa daya dan membuatnya berisiko besar tenggelam," ungkap pernyataan Freedom Flotilla Coalition.
“Satu kapal patroli Angkatan Bersenjata Malta juga dikirim ke tempat kejadian setelah ada permintaan dari kapal tunda itu,” ungkap pemerintah Malta.
"Sekitar pukul 2.13 pagi (0013GMT) dipastikan semua orang di dalamnya selamat, tetapi semuanya menolak meninggalkan kapal," ungkap pemerintah Malta, seraya menambahkan situasi telah terkendali pada pukul 3.45 pagi (0145GMT).
“Kapal yang disebut Conscience itu masih berada di perairan internasional dan sedang dipantau oleh pihak berwenang,” ungkap pemerintah Malta.
Lihat Juga :