Israel Dilanda Kebakaran Hebat, Ini Respons Hamas
Jum'at, 02 Mei 2025 - 09:29 WIB
loading...
Hamas menyangkal terlibat dalam kebakaran hebat yang melandan hutan di Israel tengah. Foto/Oren Ben Hakoon/Flash90
A
A
A
GAZA - Kelompok Hamas telah merespons kebakaran hebat yang melanda kawasan hutan di Israel tengah dekat Yerusalem yang berlangsung sejak Rabu lalu.
Kelompok perlawanan Palestina itu tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan metode pembakaran dalam perang yang sedang berlangsung dengan Israel.
Namun, mereka menyangkal terlibat dalam kebakaran hutan terparah dalam sejarah Israel tersebut.
Baca Juga: Israel Dilanda Kebakaran Hebat, Zionis Umumkan Keadaan Darurat dan Minta Bantuan Dunia
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada hari Kamis bahwa 18 tersangka telah ditangkap atas tuduhan pembakaran di tengah kobaran api, yang telah menyebar di lebih dari 5.000 acre di kaki bukit Yerusalem selama dua hari terakhir.
Namun, jumlah tersangka tersebut dibantah oleh sumber-sumber polisi Israel yang menyatakan hanya tiga orang yang ditahan karena percobaan pembakaran di lokasi terpisah yang tidak terkait dengan kebakaran di dekat Yerusalem.
Salah satu dari mereka yang ditangkap adalah penduduk lingkungan Umm Tuba di Yerusalem Timur, yang disebut oleh Polisi Israel telah ditahan saat memiliki korek api, kapas, dan bahan pembakar lainnya.
Tahanan lainnya berasal dari lingkungan Issawiya di Yerusalem Timur, yang dikatakan telah ditahan atas dugaan menghasut tindakan pembakaran secara daring.
Penangkapan tersebut terjadi di tengah seruan dari beberapa akun media sosial Palestina untuk membakar properti Israel di tengah operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Namun Basem Naim, juru bicara dan anggota Biro Politik Hamas, semakin meragukan klaim pemerintah Israel sembari menyangkal adanya keterlibatan langsung Hamas dalam kebakaran tersebut.
"Kami tidak mengetahui identitas para tahanan, dan kami juga tidak mengetahui aktivitas ini sebelumnya," kata Naim kepada Newsweek, Jumat (2/5/2025).
Kelompok perlawanan Palestina itu tidak mengesampingkan kemungkinan menggunakan metode pembakaran dalam perang yang sedang berlangsung dengan Israel.
Namun, mereka menyangkal terlibat dalam kebakaran hutan terparah dalam sejarah Israel tersebut.
Baca Juga: Israel Dilanda Kebakaran Hebat, Zionis Umumkan Keadaan Darurat dan Minta Bantuan Dunia
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada hari Kamis bahwa 18 tersangka telah ditangkap atas tuduhan pembakaran di tengah kobaran api, yang telah menyebar di lebih dari 5.000 acre di kaki bukit Yerusalem selama dua hari terakhir.
Namun, jumlah tersangka tersebut dibantah oleh sumber-sumber polisi Israel yang menyatakan hanya tiga orang yang ditahan karena percobaan pembakaran di lokasi terpisah yang tidak terkait dengan kebakaran di dekat Yerusalem.
Salah satu dari mereka yang ditangkap adalah penduduk lingkungan Umm Tuba di Yerusalem Timur, yang disebut oleh Polisi Israel telah ditahan saat memiliki korek api, kapas, dan bahan pembakar lainnya.
Tahanan lainnya berasal dari lingkungan Issawiya di Yerusalem Timur, yang dikatakan telah ditahan atas dugaan menghasut tindakan pembakaran secara daring.
Penangkapan tersebut terjadi di tengah seruan dari beberapa akun media sosial Palestina untuk membakar properti Israel di tengah operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Namun Basem Naim, juru bicara dan anggota Biro Politik Hamas, semakin meragukan klaim pemerintah Israel sembari menyangkal adanya keterlibatan langsung Hamas dalam kebakaran tersebut.
"Kami tidak mengetahui identitas para tahanan, dan kami juga tidak mengetahui aktivitas ini sebelumnya," kata Naim kepada Newsweek, Jumat (2/5/2025).
Lihat Juga :