Proses Pemilih Jaksa Kejahatan Perang ICC Terhenti di Tengah Sanksi AS

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:57 WIB
loading...
A A A
Meskipun identitas dari sepuluh kandidat yang gagal masuk dalam daftar tersebut belum diumumkan secara terbuka, salah satu dari mereka yang dikatakan tertarik dengan pekerjaan itu adalah Serge Brammertz, asal Belgia yang sekarang menjabat sebagai kepala jaksa PBB untuk pengadilan kejahatan perang Rwanda dan Yugoslavia.

Para diplomat yang mendukung pencalonannya berargumen bahwa dia memiliki pengalaman internasional yang lebih senior daripada yang ada dalam daftar, membuatnya lebih mampu menahan tekanan AS, menurut sumber yang dekat dengan proses tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan sanksi keuangan pribadi terhadap Bensouda pada bulan September, mengutip keputusan pengadilan untuk menyelidiki aktivitas pasukan AS sebagai bagian dari penyelidikan yang lebih luas atas potensi kejahatan perang di Afghanistan. (Baca juga: AS Sanksi Jaksa ICC karena Selidiki Kejahatan Perangnya di Afghanistan )

Tindakan AS tersebut dikritik oleh sejumlah negara sebagai penyalahgunaan kewenangan sanksi, menargetkan kepala badan peradilan internasional utama dengan tindakan yang biasanya dilakukan untuk teroris, gembong narkoba, dan pelanggar hak asasi manusia. (Baca juga: Prancis Minta AS Cabut Sanksi untuk Pejabat ICC )

Setelah sanksi AS dijatuhkan, Bensouda, mantan menteri kehakiman Gambia dan pengacara pengadilan di pengadilan PBB untuk genosida Rwanda, tiba-tiba menemukan rekening banknya dibekukan dan kartu kredit dibatalkan.

Meskipun sejauh ini tidak ada kandidat untuk menggantikannya yang mundur, para diplomat mengatakan tindakan AS mengubah perhitungan pribadi siapa pun untuk pekerjaan itu, mengetahui bahwa mereka dan anggota keluarga mereka dapat terjebak dalam pembalasan AS. (Lihat video: Diduga Dukung Calon Bupati, ASN Dilaporkan Masyarakat )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
ICC Diduga Ajukan Surat...
ICC Diduga Ajukan Surat Perintah Penangkapan untuk Menteri Israel, Smotrich Ancam Otoritas Palestina
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Qatar Bantah Klaim Dukung...
Qatar Bantah Klaim Dukung Jaksa ICC dalam Kasus Netanyahu
Putra Gaddafi Ungkap...
Putra Gaddafi Ungkap Barat Ingin Mengendalikan Libya
Iran Sudah Sakit-sakitan,...
Iran Sudah Sakit-sakitan, AS Justru Menampar dengan Rentetan Sanksi Baru
Mahasiswa Antusias Berlatih...
Mahasiswa Antusias Berlatih Jadi Reporter di Booth iReporter ICC Unsoed
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved