Prancis Minta AS Cabut Sanksi untuk Pejabat ICC

Jum'at, 04 September 2020 - 05:53 WIB
loading...
Prancis Minta AS Cabut...
Prancis meminta AS untuk mencabut sanksi untuk pejabat ICC. Foto/Opinio Juris
A A A
PARIS - Prancis meminta Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan kepada pejabat tinggi Pengadilan Pidana Internasional (ICC) . Prancis mengatakan sanksi tersebut adalah "serangan besar" terhadap ICC dan mempertanyakan independensi keadilan.

"Sanksi tersebut adalah serangan berat terhadap pengadilan dan lebih dari itu, mempertanyakan multilateralisme dan independensi peradilan. Prancis meminta Amerika Serikat untuk menarik tindakan yang diumumkan," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian seperti dilansir dari ABC News, Jumat (4/9/2020).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan sanksi terhadap kepala jaksa ICC, yang berbasis di Den Haag, dan seorang ajudan utama, untuk penyelidikan terhadap AS dan sekutunya. Sanksi tersebut termasuk pembekuan aset yang dimiliki di AS atau tunduk pada undang-undang AS dan menargetkan jaksa penuntut Fatou Bensouda dan kepala yurisdiksi pengadilan, Phakiso Mochochoko.

Pengadilan tersebut, khususnya, menyelidiki tuduhan penyiksaan dan kejahatan lainnya oleh Amerika di Afghanistan.(Baca juga: ICC Setuju Dilakukannya Penyelidikan Kejahatan Perang di Afghanistan )

AS sendiri tidak pernah menjadi pihak di ICC, dan Pompeo mengatakan AS tidak akan mentolerir upaya tidak sahnya untuk menundukkan orang Amerika ke yurisdiksinya. (Baca juga: AS Kembali Jatuhkan Sanksi pada Pejabat Pengadilan Pidana Internasional )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Start Mulus! Inggris...
Start Mulus! Inggris Tekuk Kroasia 4-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Berita Terkini
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved