Iran Sudah Sakit-sakitan, AS Justru Menampar dengan Rentetan Sanksi Baru

Jum'at, 16 Januari 2026 - 08:15 WIB
loading...
Iran Sudah Sakit-sakitan,...
Amerika Serikat jatuhkan rentetan sanksi baru terhadap Iran di saat kondisi negara Islam tersebut sedang sakit-sakitan. Foto/via Iran International
A A A
TEHERAN - Iran sekarang ini menjadi negara dengan kondisi yang "sakit-sakitan", di mana ekonominya memburuk dan dilanda demo nasional lebih dari dua minggu. Dalam kondisi seperti itu, Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis menjatuhkan serangkaian sanksi baru terhadap negara Islam tersebut.

Washington menyatakan rentetan sanksi baru ini sebagai respons atas tindakan keras rezim Iran terhadap para demonstran. Sanksi-sanksi tersebut menargetkan pejabat keamanan senior, sebuah penjara terkenal yang dituduh melakukan penyiksaan terhadap tahanan, dan jaringan luas perusahaan fiktif yang digunakan untuk mencuci uang miliaran dolar dari penjualan minyak dan petrokimia.

Baca Juga: Langka, PM Israel Netanyahu Minta Trump Tunda Serangan AS terhadap Iran

Ini merupakan tindakan terkoordinasi oleh Departemen Luar Negeri dan Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS yang ditujukan kepada apa yang disebut oleh pejabat Amerika sebagai "arsitek" dari penindasan brutal rezim terhadap demonstran damai dan mesin keuangan yang mendukung penindasan rezim.

"Ini tentang berdiri bersama rakyat Iran," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari NDTV, Jumat (16/1/2026).

"Atas arahan Presiden [Donald] Trump, Departemen Keuangan memberikan sanksi kepada para pemimpin kunci Iran yang terlibat dalam penindasan brutal terhadap rakyat Iran. Departemen Keuangan akan menggunakan setiap alat untuk menargetkan mereka yang berada di balik penindasan tirani rezim terhadap hak asasi manusia," paparnya.

Inti dari pengumuman rentetan sanksi pada hari Kamis adalah penetapan Penjara Fardis, yang oleh Departemen Luar Negeri AS digambarkan sebagai lembaga tempat perempuan dan tahanan lainnya telah mengalami "perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat". Langkah ini menempatkan penjara tersebut di bawah sanksi AS, yang secara efektif membekukan aset apa pun di bawah yurisdiksi AS dan melarang warga Amerika melakukan transaksi yang melibatkan penjara tersebut.

Secara bersamaan, OFAC memberikan sanksi kepada beberapa pejabat keamanan senior Iran, termasuk Ali Larijani, sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran, yang menurut pejabat AS memainkan peran sentral dalam mengoordinasikan respons terhadap protes yang pecah sejak Desember 2025. Menurut Departemen Keuangan AS, Larijani termasuk di antara para pemimpin pertama yang secara terbuka menyerukan penggunaan kekerasan terhadap para demonstran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
19 Orang Tewas dalam...
19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Rekomendasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
Gugatan Praperadilan...
Gugatan Praperadilan Roy Suryo soal Penggeledahan Diputus Hari Ini
Nasib Gugatan Praperadilan...
Nasib Gugatan Praperadilan Roy Suryo terkait Penggeledahan Diputuskan Hari Ini, Berikut 11 Tuntutannya
Berita Terkini
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved