Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:30 WIB
loading...
Pemandangan di pusat kota Mrauk U, Rakhine, Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
RAKHINE - Lebih dari setengah tempat pemungutan suara (TPS) yang awalnya akan dibuka di Rakhine pada pemilu 8 November tidak akan buka karena wilayah itu dianggap tidak stabil.
Keputusan itu diumumkan komite pemilu Myanmar . Wilayah Rakhine memiliki kursi parlemen yang sebagian besar dikuasai oleh nasionalis Rakhine yang menentang de facto Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Rakhine mengalami pemberontakan etnik yang meningkat tahun ini.
Partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyatakan tiga kandidatnya diculik di Rakhine saat kampanye pada Rabu. Kepolisian dan pemberontak Tentara Arakan tidak membuat pernyataan terkait kasus itu.
“Beberapa wilayah tidak dalam posisi dapat menggelar pemilu bebas dan adil,” ungkap komite pemilu.
Tidak akan ada pemungutan suara di sembilan dari 17 kota di Rakhine, sedangkan empat kota lainnya akan menggelar pemungutan secara terbatas.
Keputusan itu diumumkan komite pemilu Myanmar . Wilayah Rakhine memiliki kursi parlemen yang sebagian besar dikuasai oleh nasionalis Rakhine yang menentang de facto Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. Rakhine mengalami pemberontakan etnik yang meningkat tahun ini.
Partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyatakan tiga kandidatnya diculik di Rakhine saat kampanye pada Rabu. Kepolisian dan pemberontak Tentara Arakan tidak membuat pernyataan terkait kasus itu.
“Beberapa wilayah tidak dalam posisi dapat menggelar pemilu bebas dan adil,” ungkap komite pemilu.
Tidak akan ada pemungutan suara di sembilan dari 17 kota di Rakhine, sedangkan empat kota lainnya akan menggelar pemungutan secara terbatas.
Lihat Juga :