Palestina: UEA dan Bahrain Lebih Israel daripada Israel
Kamis, 15 Oktober 2020 - 00:06 WIB
loading...
Bendera AS, Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain diproyeksikan di benteng Kota Tua Yerusalem pada tanggal 15 September 2020 sebagai bentuk dukungan untuk kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain. Foto/Middle East Monitor
A
A
A
PARIS - Duta Besar Palestina untuk Prancis mengutuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain karena menormalisasi hubungan dengan Israel secara penuh. Ia menyebut bahwa UEA dan Bahrain telah menjadi lebih Israel daripada Israel.
Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point, Salman El-Herfi menuduh negara-negara Teluk tengah melakukan pemanasa menjadi Israel lebih daripada Israel. Mereka juga telah melanggar piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut diplomat Palestina itu, kesepakatan antara Israel dan negara-negara Arab tidaklah mengejutkan. Ia menegaskan bahwa UEA telah lama meninggalkan perjuangan Palestina.
“Satu-satunya hal baru adalah formalisasi hubungan ini. Saya berterima kasih karena telah mengungkapkan wajah asli Anda. Yang benar, Emirates (UEA) tidak pernah memihak Palestina,” ujar El-Herfi.
“Sebenarnya, Emirates (UEA) tidak pernah memihak Palestina. Ini dimulai pada tahun 1985, setelah invasi Israel ke Lebanon, ketika UEA membekukan bantuan kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Ini berlanjut setelah Kuwait dibebaskan oleh Amerika Serikat pada tahun 1991, ketika bantuan ini dihentikan sama sekali,” tambahnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (15/10/2020).(Lihat video: 10 Pertempuran Udara Terbesar di Dunia )
Ketegangan antara kepemimpinan Palestina dan Uni Emirat Arab baru-baru ini meningkat setelah penandatanganan perjanjian normalisasi antara negara itu dengan Israel. Perjanjian itu dinilai telah melanggar Inisiatif Perdamaian Arab yang menghubungkan normalisasi dengan penghentian pendudukan Israel atas tanah Palestina.
"Kedua negara ini lebih dari Israel daripada Israel," tambah El-Herfi.
Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point, Salman El-Herfi menuduh negara-negara Teluk tengah melakukan pemanasa menjadi Israel lebih daripada Israel. Mereka juga telah melanggar piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut diplomat Palestina itu, kesepakatan antara Israel dan negara-negara Arab tidaklah mengejutkan. Ia menegaskan bahwa UEA telah lama meninggalkan perjuangan Palestina.
“Satu-satunya hal baru adalah formalisasi hubungan ini. Saya berterima kasih karena telah mengungkapkan wajah asli Anda. Yang benar, Emirates (UEA) tidak pernah memihak Palestina,” ujar El-Herfi.
“Sebenarnya, Emirates (UEA) tidak pernah memihak Palestina. Ini dimulai pada tahun 1985, setelah invasi Israel ke Lebanon, ketika UEA membekukan bantuan kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Ini berlanjut setelah Kuwait dibebaskan oleh Amerika Serikat pada tahun 1991, ketika bantuan ini dihentikan sama sekali,” tambahnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (15/10/2020).(Lihat video: 10 Pertempuran Udara Terbesar di Dunia )
Ketegangan antara kepemimpinan Palestina dan Uni Emirat Arab baru-baru ini meningkat setelah penandatanganan perjanjian normalisasi antara negara itu dengan Israel. Perjanjian itu dinilai telah melanggar Inisiatif Perdamaian Arab yang menghubungkan normalisasi dengan penghentian pendudukan Israel atas tanah Palestina.
"Kedua negara ini lebih dari Israel daripada Israel," tambah El-Herfi.
Lihat Juga :