Semua Bantuan Asing Disetop, AS Hentikan Pendanaan untuk Pasukan Keamanan Palestina
Kamis, 20 Februari 2025 - 19:45 WIB
loading...
Juru bicara pasukan keamanan Otoritas Palestina Brigadir Jenderal Anwar Rajab. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menghentikan pendanaan untuk pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) sebagai bagian dari pembekuan bantuan asing yang lebih luas.
Menurut laporan Washington Post, pemotongan dana oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terjadi saat PA berjuang untuk menjaga keamanan di Tepi Barat yang diduduki dan mempersiapkan peran potensial dalam mengatur Jalur Gaza.
Juru bicara pasukan keamanan PA Brigadir Jenderal Anwar Rajab mengatakan kepada Washington Post bahwa AS adalah donor utama yang mendukung program pelatihan keamanan.
Meskipun ada pembekuan, seorang mantan pejabat Israel mengatakan kantor Koordinator Keamanan AS di Yerusalem tetap beroperasi dan "para donor lain telah berkomitmen menutupi kekurangannya."
Namun, seorang pejabat pelatihan keamanan Otoritas Palestina mengatakan beberapa program telah dibatalkan dan pertemuan yang direncanakan dengan para pejabat AS tentang operasi keamanan di Jenin telah ditunda.
Otoritas Palestina, yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas, tidak mampu membayar gaji pegawai negeri secara penuh sejak November 2021.
Palestina yang diduduki tetap bergantung pada Israel untuk perdagangan luar negerinya, dengan hampir semua impor dan ekspor berasal dari Israel atau titik-titik yang dikuasai Israel.
Menurut laporan Washington Post, pemotongan dana oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terjadi saat PA berjuang untuk menjaga keamanan di Tepi Barat yang diduduki dan mempersiapkan peran potensial dalam mengatur Jalur Gaza.
Juru bicara pasukan keamanan PA Brigadir Jenderal Anwar Rajab mengatakan kepada Washington Post bahwa AS adalah donor utama yang mendukung program pelatihan keamanan.
Meskipun ada pembekuan, seorang mantan pejabat Israel mengatakan kantor Koordinator Keamanan AS di Yerusalem tetap beroperasi dan "para donor lain telah berkomitmen menutupi kekurangannya."
Namun, seorang pejabat pelatihan keamanan Otoritas Palestina mengatakan beberapa program telah dibatalkan dan pertemuan yang direncanakan dengan para pejabat AS tentang operasi keamanan di Jenin telah ditunda.
Otoritas Palestina, yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas, tidak mampu membayar gaji pegawai negeri secara penuh sejak November 2021.
Palestina yang diduduki tetap bergantung pada Israel untuk perdagangan luar negerinya, dengan hampir semua impor dan ekspor berasal dari Israel atau titik-titik yang dikuasai Israel.
Lihat Juga :